Berita Kriminal
Narkoba Keripik Pisang Beredar, Ternyata Diproduksi di Magelang dan Bantul, 426 Bungkus Diamankan
Bareskrim Polri membongkar peredaran gelap narkotika dari rumah produksi keripik pisang di Magelang, Jawa Tengah.
Editor: Nafis Abdulhakim
TRIBUNTRENDS.COM - Kini beredar narkoba berbentuk keripik pisang yang beredar luas di Indonesia.
Ternyata narkoba tersebut diproduksi Bantul.
Setelah ditelusuri polisi, narkoba dengan kemasan alumunium foil itu juga diproduksi di Magelang.
Baca juga: WASPADA Kini Beredar Narkoba Bentuk Keripik Pisang dan Happy Water, Harganya Mahal Kita Curiga
Bareskrim Polri membongkar peredaran gelap narkotika dari rumah produksi keripik pisang di Magelang, Jawa Tengah.
Selain di Magelang, produksi narkoba keripik pisang juga dilakukan di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang dilakukan di media sosial (medsos).
Kapolres Magelang AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, selama satu bulan tim penyidik dari Bareskrim Polri melakukan penyelidikan di medsos.
Setelah itu Bareskrim polisi melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pengiriman barang yang dilakukan di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Setelah dilakukan pengembangan, ternyata rumah produksi keripik pisang narkoba juga berada di Kabupaten Magelang.
"Dari Bareskrim yg nangkep kita hanya bantu pengamanan aja," kata AKBP Ruruh Wicaksono saat dihubungi pada Sabtu (4/11/2023).
Selain di Magelang dan Depok, tambah Kapolres, polisi juga mengerebek rumah di Potorono, dan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menemukan barang bukti Happy Water dan narkoba keripik pisang
"Polisi berhasil mengamankan 426 bungkus keripik pisang berbagai ukuran dan 2.022 botol happy water dan masih ada 10 kilogram bahan baku narkobanya," jelas AKBP Ruruh Wicaksono.
Baca juga: Bantah Tuduhan Kasus Dugaan Narkoba, G-Dragon Posting Ini di IG, Tapi Langsung Dihapus Tidak Benar

Dalam penggerebekan di Magelang, kata AKBP Ruruh, polisi menangkap produsen keripik pisang Narkoba.
"Selanjutnya kita tangkap dua orang di Kaliakrik, Magelang, keduanya produsen keripik pisang," kata Kapolres.
WASPADA Kini Beredar Narkoba Bentuk Keripik Pisang dan 'Happy Water', Harganya Mahal 'Kita Curiga'
Tak henti-hentinya pihak Badan Reserse Kriminal Polri untuk memberantas narkoba di Indonesia.
Kini Barekrim Polri berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan modus baru.
Polisi menemukan adanya narkoba berbentuk keripik pisang dan 'happy water'.
Baca juga: Bantah Tuduhan Kasus Dugaan Narkoba, G-Dragon Posting Ini di IG, Tapi Langsung Dihapus Tidak Benar
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ungkap kasus peredaran narkoba dengan modus baru.
Modusnya adalah dengan mencampurkan bahan-bahan narkoba pada keripik pisang dan berbentuk cairan dengan nama Happy Water.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menjelaskan terbongkarnya penjualan keripik pisang mengandung narkoba dan Happy Water ini bermula pada pengungkapan di Cimanggis.
"Hasil operasi siber ada penjualan narkoba dalam bentuk happy water dan keripik pisang, harganya juga cukup tinggi tidak masuk akal.
Dengan itu kita curiga, kita lakukan tracing dan pemantauan terhadap akun yang menjual tersebut," ucap Wahyu, ditemui di Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (3/11/2023).
Ia mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan selama 1 bulan, pada tanggal 2 November dilakukan penangkapan di Cimanggis, Depok dengan barang bukti keripik pisang dan Happy Water.
"Dilakukan pengembangan kembali Bareskrim dan Polda DIY dan TKP lainnya. Yaitu Kaliaking Magelang, Potorono, dan juga Banguntapan," kata dia.
Dari kasus tersebut, pihaknya mengamankan 3 orang tersangka yang ada di Depok.
Mereka adalah pemilik akun, pemilik rekening, dan petugas yang menjual.
Lalu di Kaliangkrik Magelang, polisi menangkap 2 orang yang memproduksi kripik pisang.
Baca juga: LINTASI Perbatasan Lewat Jalan Tikus, 2 Orang Asal Malaysia Ditangkap, Bawa Narkoba Ada Alat Hisap

Sementara 2 orang lainnya yang ditangkap di Potorono juga memproduksi kripik pisang dan Happy Water.
Sementara satu orang lainnya ditangkap di Banguntapan.
"8 orang total yang kita tangkap, ada yang berperan pemilik rekening, pengambil hasil produksi, pemasaran, produksi, dan juga distributor," jelas dia.
Saat ini Kabareskrim masih mengejar beberapa orang yang saat ini sudah dimasukkan pada daftar pencarian orang (DPO)
"Para pelaku sudah mendirikan pembuatan narkoba ini sekitar 1 bulan, dan dipasarkan melalui media sosial.
Dalam produksi tidak langsung dijual tetapi ada proses percobaan ada yang berhasil dan ada yang gagal," jelas dia.
Diolah dari artikel Kompas.com
Sumber: Kompas.com
Tampang Suami di Bengkulu Utara yang Tikam Istri Pakai Tombak, Puluhan Tahun Lalu Pernah Dipasung |
![]() |
---|
Gara-gara Sidik Jari di HP, Suami di Jeneponto Cemburu Buta Nekat Tikam Istri di Jeneponto |
![]() |
---|
Pasutri di Gresik Kompak Curi Motor Meski Sudah Pisah Ranjang, Tertangkap saat COD |
![]() |
---|
Tampang Suami Tega Bunuh Istri di Dompu NTB Sebab Malu Banyak Utang, Sempat Senyum sebelum Diperiksa |
![]() |
---|
Kesaksian Tetangga Istri di Dompu yang Dibunuh Suami, Baru Lahiran 10 Hari Lalu: Kenapa Begitu Tega |
![]() |
---|