Breaking News:

Berita Kriminal

Malangnya Siswi SMP di Sultra, Dianiaya 3 Orang di Kebun Jambu Gegara Tak Tahu Arti Kata Ladies

Seorang siswi SMP berinisial NHR (14) di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dianiaya oleh tiga orang gegara tidak tahu arti kata ladies.

Editor: jonisetiawan
freepik.com
Ilustrasi gadis SMP di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dianiaya oleh tiga orang di kebun jambu. 

Imbas perundungan itu APD sampai mengalami luka lebam dibagian paha, cidera dibagian kelamin.

Kondisi yang memprihatinkan membuat korban harus dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

Lantas, bagaimana kondisi APD saat ini?

Baca juga: Tangis Ibu Siswa MAN 1 Medan Pecah, Tak Terima Anaknya Jadi Korban Bully, Alasan Pelaku Siksa Korban

Ilustrasi penganiayaan - seorang santri di Jambi dianiaya senior.
Ilustrasi penganiayaan - seorang santri di Jambi dianiaya senior. (//www.ladbible.com)

Penganiayaan ini pertama kali terungkap setelah APD menelepon ayahnya. 

"Yah, kalau ayah tidak mau menyesal, jemput saya sekarang," kata APD dalam sambungan telepon itu.

Setelah mendengar permohonan itu, Rikarno Widi Setiawan, ayah kadung APD, langsung bergegas ke pondok pesantren. 

Sesampainya di sana, APD tampak terbaring dan terlihat kesakitan di unit kesehatan pondok (UKP).

Rikarno menerangkan, anaknya mengalami luka lebam dan cidera dibagian kelamin, karena digesek secara keras menggunakan kaki oleh seniornya.

"Prakteknya itu mulut anak saya di tutup, tangannya dipegang kakinya juga dipegang secara kuat dipaksa, terus kaki pelaku itu nendang kemaluan anak saya," kata Rikarno, Kamis (30/11/2023).

Lanjutnya, setelah selesai melakukan perbuatan tersebut korban mengalami kesakitan. 

Tak sampai disitu, pelaku justru menginjak perut korban.

"Luka lebam dikanan kiri paha, kemaluan sampai testisnya atau biji kemaluannya bengkak dan diperut juga," ujarnya.

Rikarno orang tua korban Santri Ponpes di Jambi Jadi Korban Perundungan Senior.
Rikarno orang tua korban Santri Ponpes di Jambi Jadi Korban Perundungan Senior.

Rikano menyebutkan, para pelaku ini bukan teman sebaya dari anaknya. 

Pelaku merupakan senior yang sudah lulus namun mengabdi di pondok pesantren tersebut. Pelaku tersebut ialah Rosad dan Firman.

"Pelaku sudah lulus sekolah SMA, sedangkan anak saya masih kelas 7 SMP," sebutnya.

Baca juga: Lagi-lagi Viral Aksi Perundungan, Siswa SMP di Agam Dipukul Beramai-ramai, Pembully: Hantam ke Sawah

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
siswi SMPSulawesi Tenggarakebundianiaya
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved