Breaking News:

Menteri PPPA Sudah Minta Maaf, Ide Pindah Gerbong Tetap Dikritik, MTI: Begitulah Kualitas Menterinya

Sudah minta maaf, Menteri PPPA, Arifah Fauzi tetap dikritik buntut usulan pindahkan gerbong wanita, MTI pertanyakan kualitas menteri Prabowo.

Tayang:
Editor: ninda iswara

“Konsekuensinya, kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi,” kata Djoko.

Selain itu, Djoko juga menyoroti pentingnya percepatan penghapusan perlintasan sebidang di jalur-jalur padat. 

Tingginya frekuensi perjalanan kereta, menurutnya, berdampak pada lamanya waktu penutupan perlintasan yang berpotensi memicu kemacetan panjang.

“Dalam kondisi disiplin pengguna jalan yang masih rendah, risiko pelanggaran dan kecelakaan akan terus meningkat. Karena itu, pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti underpass dan overpass harus menjadi prioritas berbasis risiko,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djoko menekankan perlunya penataan ruang di sepanjang jalur kereta api. 

Aktivitas masyarakat yang tidak terkendali, akses ilegal, serta lemahnya penegakan aturan tata ruang dinilai dapat mengganggu operasional kereta secara signifikan.

“Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan lingkungan di sekitar jalur tetap aman dan sesuai peruntukannya,” ungkapnya.

Terakhir, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan oleh PT Kereta Api Indonesia bersama regulator. Pendekatan keselamatan modern, kata Djoko, harus berfokus pada pencegahan.

“Sistem harus mampu mencegah kesalahan berkembang menjadi kecelakaan fatal, bukan sekadar merespons setelah kejadian,” pungkasnya.

Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah, Menko AHY Tak Soroti Gender: Fokus Sistem Transportasi

Menteri PPPA Arifha Fauzi
Menteri PPPA Arifha Fauzi (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan)

Menteri PPPA Minta Maaf

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi menjadi sorotan tajam mengenai pernyataannya terkait posisi gerbong perempuan pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Arifah mengusulkan agar gerbong perempuan yang selama ini berada di depan dan belakang agar dipindahkan ke tengah-tengah.

Pernyataan ini memantik kritik massal karena menganggap korban kecelakaan jadi bias gender. Arifah Choiri kemudian meminta maaf.

Dalam pernyataannya, Menteri PPPA Arifah Choiri mengakui pernyataannya itu kurang tepat. 

"Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Arifah dalam pernyataannya, Rabu (29/4/2026).

Dirinya menegaskan tidak ada niat untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Tags:
Menteri PPPAArifah FauziArgo Bromo AnggrekKRL
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved