Breaking News:

Politik Viral

Ternyata Ini Alasan Anggaran Laundry Pemprov Kaltim Tembus Rp450 Juta: Ada yang Antar Jam 1 Malam!

Anggaran laundry Rp 450 juta di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur viral, ternyata bukan hanya untuk cuci pakaian Rudy Masud.

Tayang:
Editor: jonisetiawan
Instagram/@h.rudymasud
RUDY MAS'UD - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dikritik karena anggaran laundry capai Rp 450 juta di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Anggaran laundry Rp 450 juta di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur jadi sorotan publik
  • Pemilik Alwan Laundry, Enny, menyebut pihaknya kerap menangani layanan ekspres untuk perlengkapan acara resmi pemerintah, bahkan harus bekerja hingga pukul 03.00 dini hari
  • Pemprov Kaltim menegaskan anggaran tersebut tidak digunakan untuk mencuci pakaian pribadi kepala daerah, melainkan operasional berbagai fasilitas pemerintah seperti karpet, gorden, bed cover, sprei, taplak meja, dan sarung kursi

 

TRIBUNTRENDS.COM - Bayang-bayang polemik anggaran laundry senilai Rp 450 juta di lingkungan rumah jabatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memicu sorotan publik.

Di tengah derasnya kritik dan perdebatan di media sosial, muncul pertanyaan besar dari masyarakat: bagaimana mungkin biaya laundry bisa mencapai ratusan juta rupiah?

Di balik angka fantastis itu, penyedia jasa laundry akhirnya angkat bicara. Mereka mengungkap sisi lain yang selama ini tak terlihat di publik tentang ritme kerja tanpa henti, layanan super cepat, hingga aktivitas operasional yang disebut berlangsung sampai dini hari demi memenuhi kebutuhan agenda pemerintahan.

Baca juga: Anggaran Cuci Baju Pemprov Kaltim Rp450 Juta, Pemilik Laundry Beber Alasan Tarif Mahal: Sampai Subuh

Beban Kerja Disebut Tak Sekadar Cuci Pakaian

Pemilik Alwan Laundry, Enny, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebenarnya bukan hal baru.

Menurutnya, kolaborasi tersebut telah berlangsung sejak masa penjabat gubernur sebelumnya dan seluruh koordinasi dilakukan melalui Biro Umum Pemprov Kaltim.

“Kerja sama ini sudah berlangsung sejak masa Pj Gubernur dan komunikasi selama ini melalui Biro Umum,” ujar Enny saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Enny menegaskan, layanan yang diberikan pihaknya bukan hanya berkaitan dengan pakaian pribadi pejabat. Sebagian besar pekerjaan justru menyangkut kebutuhan operasional kegiatan pemerintahan, mulai dari perlengkapan acara hingga kebutuhan fasilitas resmi.

RUDY MASUD - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud
RUDY MASUD - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud. Anggaran laundry Rp 450 juta di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur jadi sorotan publik (Kompas.com/Pandawa Broniat)

Layanan Ekspres hingga Dini Hari

Sorotan terhadap besarnya anggaran laundry disebut berkaitan langsung dengan tuntutan pelayanan cepat yang harus dipenuhi penyedia jasa.

Alwan Laundry, kata Enny, kerap menerima pekerjaan mendadak untuk membersihkan perlengkapan kegiatan resmi seperti taplak meja, sarung kursi, hingga berbagai kebutuhan jamuan yang harus segera digunakan kembali.

Kondisi itu membuat proses kerja sering berjalan di luar jam operasional normal. Bahkan, pekerjaan tak jarang berlangsung hingga tengah malam sampai dini hari.

“Ekspres itu macam-macam. Ada yang tiga jam, ada yang enam jam. Tapi kalau sudah lewat malam, seperti jam 10 malam, jam 1 dini hari, bahkan pernah sampai jam 3 subuh, tentu berbeda lagi pengerjaannya,” jelasnya.

Tak hanya proses pencucian yang berlangsung larut malam, pengantaran barang pun disebut beberapa kali dilakukan pada jam-jam yang tidak biasa demi menyesuaikan agenda kepala daerah dan kegiatan pemerintahan yang padat.

“Pernah antar jam 10 malam, bahkan sampai jam 1 dini hari,” tambahnya.

Baca juga: Alasan Pemprov Kaltim Pertahankan Anggaran Laundry Rp450 Juta Meski Banjir Kritik: Kegiatan Padat

Pemprov Bantah untuk Kepentingan Pribadi

Di tengah kegaduhan yang berkembang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut memberikan klarifikasi terkait anggaran tersebut.

Halaman 1/2
Tags:
laundryKaltimRudy Masud
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved