Drama MBG
Syarat Mutlak Rektor UI Sebelum Dapur MBG Masuk Kampus: Harus Akuntabel dan Profesional
Rektor Heri Hermansyah menegaskan bahwa Universitas Indonesia mendukung program MBG, terutama melalui pendekatan akademik dan riset
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Rektor Heri Hermansyah menegaskan bahwa Universitas Indonesia mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama melalui pendekatan akademik dan riset
- UI menyebut kontribusi utama kampus adalah memperkuat program melalui pendidikan tenaga ahli gizi dan kesehatan, riset pangan dan gizi, kajian kebijakan, sosialisasi berbasis bukti, serta monitoring dan evaluasi ilmiah terhadap SPPG
- Menurut Heri, program MBG merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas generasi muda
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah pro dan kontra yang terus mengiringi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dukungan terhadap program unggulan pemerintah itu tetap datang dari kalangan perguruan tinggi.
Universitas Indonesia (UI) menegaskan posisinya bukan sebagai pelaksana langsung dapur MBG di lingkungan kampus, melainkan sebagai institusi akademik yang siap memperkuat program melalui riset, pendidikan, hingga pengawasan berbasis ilmiah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Heri Hermansyah di tengah perdebatan publik soal keterlibatan kampus dalam pengelolaan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca juga: Unand Tolak Ambil Risiko Kelola MBG Sebelum Sistem Pemerintah Disempurnakan: Reputasi Taruhannya
UI Pilih Perkuat MBG Lewat Jalur Akademik
Heri menegaskan, UI mendukung penuh keberadaan program MBG karena dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Namun, dukungan itu menurutnya diberikan melalui kapasitas utama universitas sebagai pusat pendidikan dan riset, bukan dengan mengubah kampus menjadi dapur operasional program.
"Sebagai universitas riset, peran utama UI adalah memperkuat program MBG melalui pendidikan tenaga ahli gizi dan kesehatan, riset inovasi pangan dan gizi, kajian kebijakan, sosialisasi berbasis bukti, serta monitoring dan evaluasi berbasis metode ilmiah," kata Heri dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Menurut Heri, pendekatan ilmiah menjadi kunci agar program berskala nasional seperti MBG tidak sekadar berjalan, tetapi juga memiliki kualitas dan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Disebut Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045
UI menilai program MBG memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya berbicara soal pemberian makanan, tetapi juga menyangkut kualitas kesehatan, tumbuh kembang anak, hingga masa depan generasi bangsa.
Karena itu, Heri menilai keberhasilan program membutuhkan dukungan keilmuan yang kuat agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Program Studi Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Teknologi Bioproses, serta Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan.
Berbagai riset di bidang tersebut telahberkontribusi dalam perumusan kebijakan kesehatan publik di Indonesia," ujarnya.
Ia optimistis, dengan tata kelola yang baik dan pendekatan berbasis riset, kampus dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyempurnakan program MBG secara nasional.
Baca juga: Respons UI saat BGN Minta Satu Kampus Punya Dapur MBG, Rektor: Tugas Kami Pendidikan, Bukan Masak!
Kajian SPPG Masih Terus Dilakukan
Meski mendukung program MBG, UI menegaskan bahwa pelaksanaan SPPG tetap perlu dikaji secara matang agar tidak bertabrakan dengan fungsi utama perguruan tinggi.
Heri menjelaskan, UI saat ini masih melakukan kajian komprehensif untuk menentukan model pelaksanaan yang paling sesuai dengan sistem dan tata kelola universitas.
Sumber: TribunTrends.com
| Sindiran BEM IPB ke BGN, Tolak Kampus jadi Dapur MBG, Desak Evaluasi: Jangan Terlalu Memaksa, Pak |
|
|---|
| Unand Tolak Ambil Risiko Kelola MBG Sebelum Sistem Pemerintah Disempurnakan: Reputasi Taruhannya |
|
|---|
| Tak Mau Gegabah Kelola MBG, Universitas Andalas Kaji Program, Masih Perlu Evaluasi & Penyempurnaan |
|
|---|
| Rektor Siap Bangun Dapur, Mahasiswa Siap Melawan! Pecah Kongsi di IPB Soal Program MBG |
|
|---|
| BEM IPB Tak Setuju Dapur MBG Masuk Kampus, Ultimatum Kepala BGN: Jangan Terlalu Memaksa Pak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Universitas-Indonesia.jpg)