Drama MBG
Respons UI saat BGN Minta Satu Kampus Punya Dapur MBG, Rektor: Tugas Kami Pendidikan, Bukan Masak!
Rektor UI Heri Hermansyah menilai rencana satu kampus satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu kajian matang sebelum diterapkan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Rektor UI Heri Hermansyah minta rencana dapur MBG dikaji dulu
- Menurutnya, pelaksanaan MBG sebaiknya tidak ditangani langsung oleh Universitas Indonesia, melainkan oleh unit usaha kampus yang relevan
- Kampus memiliki tugas utama dalam pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat, bukan operasional program pangan
TRIBUNTRENDs.COM - Rencana menghadirkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan perguruan tinggi mulai menuai beragam respons.
Di satu sisi, gagasan ini dinilai strategis untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kampus memang menjadi pihak yang tepat untuk menjalankannya secara langsung?
Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menilai wacana tersebut tidak bisa diputuskan secara sederhana. Ia menegaskan perlunya kajian mendalam, terutama dari sisi operasional dan pelaksana di lapangan.
Baca juga: Tak Cuma Sanksi Kampus, Komisi X DPR Ingin 16 Mahasiswa UI Rasakan Dinginnya Penjara Lewat UU TPKS
Bukan Tugas Utama Kampus
Menurut Heri, peran utama perguruan tinggi tetap berada pada jalur akademik: pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa fungsi tersebut tidak boleh tergeser oleh program di luar mandat inti kampus.
"Universitas itu kan kita memiliki banyak unit usaha. Ada yang punya hotel misalnya. Misalnya kita UI punya Wisma Makara.
Di dalam Wisma Makara itu ada dapur yang sudah biasa melayani masakan dan lain-lain untuk tamu hotel dan lain-lain," kata Heri.
"Nah seandainya nanti ada MBG pun, SPPG ya, ini perlu dikaji terlebih dahulu ya. Tentunya bukan di universitasnya, tetapi di unit usahanya yang lebih relevan," lanjut dia.
Pernyataan ini menegaskan bahwa jika program MBG dijalankan di lingkungan kampus, maka pelaksanaannya sebaiknya tidak langsung berada di bawah institusi akademik.
Peran Unit Usaha Dinilai Lebih Tepat
Heri menilai, unit usaha milik kampus justru lebih siap secara teknis untuk menjalankan program seperti dapur MBG. Unit-unit ini sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan layanan, termasuk dapur dan penyediaan makanan.
"Jadi bukan di universitasnya yang memiliki tugas yang sudah jelas, yaitu pendidikan, riset inovasi dan pengambilan masyarakat. Unit usaha yang relevan, yang tentunya seharusnya nanti menanganinya," jelas Heri.
Dengan pendekatan ini, kampus tetap bisa berkontribusi tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Baca juga: Ikuti Arahan BGN, UNHAS Jadi Kampus Pertama yang Miliki Dapur MBG, Siap Suplai Ribuan Porsi
Dorongan dari Badan Gizi Nasional
Sebelumnya, gagasan “satu kampus satu dapur” disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Sumber: TribunTrends.com
| Respons UI saat BGN Minta Satu Kampus Punya Dapur MBG, Rektor: Tugas Kami Pendidikan, Bukan Masak! |
|
|---|
| Temui Massa di Hari Buruh, Prabowo Tanyakan MBG Bermanfaat atau Tidak: Indonesia Tambah Sejahtera |
|
|---|
| Pidato Berapi-api Prabowo di Hari Buruh: MBG Bermanfaat atau Tidak? |
|
|---|
| Ikuti Arahan BGN, UNHAS Jadi Kampus Pertama yang Miliki Dapur MBG, Siap Suplai Ribuan Porsi |
|
|---|
| Kepala BGN Dadan Hindayana Sebut Jurusan Gizi Kini Mendadak Diminati Gara-Gara Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Universitas-Indonesia.jpg)