Berita Kriminal
Demi Bisa Mudik, Pria di Sidoarjo Nekat Jadi Perampok, Bunuh Kasir Toko, Modus Butuh Uang
Seorang pemuda berusia 22 tahun di Sidoarjo nekat menjadi perampok dan mengakibatkan karyawan minimarket tewas
Editor: Nafis Abdulhakim
Tak lama dari itu, sopir tetiba mengeluh sesak napas dan meminta korban menggantikannya mengemudikan mobil.
"Dan secara kebetulan, korban ingin mengecek rating daripada si sopir ini di aplikasi online tersebut. Ternyata pelaku ataupun driver ini belum menekan tombol pick up penumpang, sehingga korban semakin curiga dan berupaya untuk kembali ke sesuai dengan alamat tujuan," papar kapolres.
Namun tiba-tiba, pelaku langsung menyodorkan ponselnya ke korban, sambil meminta dan memaksa korban untuk mentransfer sejumlah uang sebesar Rp100 juta.
"Karena kaget, korban juga menanyakan 'ini uang itu apa?' Pokoknya ditransfer ke rekening ini sejumlah Rp 100 juta," tutur kapolres.
Setelah itu, korban pun akhirnya mencoba kabur dan keluar dari mobil.
Di sana, ia berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Namun, saat ada yang hendak menolong, pelaku mengaku bahwa dia dan korban adalah pasangan suami istri yang sedang cekcok.
"Kemudian dengan seketika korban langsung berteriak dan mengatakan bahwa yang bersangkutan akan di rampok dan berteriak maling karena panik akhirnya pelaku melarikan diri dan korban sempat berupaya mengejar ataupun membuka bagasi belakang mobil pelaku.
Jadi ketika pelaku melarikan diri, bagasi belakang mobil dalam kondisi terbuka," papar kapolres.
Sebelumnya, Michael Gomgom merupakan sopir taksi online Grab yang nyaris culik penumpang bernama Cindy Pangestu dan peras Rp100 juta.
Kini, Michael ditangkap di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Tadi malam tanggal 28 (Maret 2024), korban sudah langsung kami ambil keterangan, kami periksa, secara singkat sudah kami ambil keterangan."
"Kemudian dari fakta-fakta yang ada, berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Grab karena menyangkut dengan personel yang ada di Grab."
"Akhirnya kami melakukan upaya penangkapan di wilayah Jakarta, tepatnya di Cempaka Putih," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan, dikutip dari Warta Kota, Sabtu (30/3/2024).

Dari pantauan di lokasi, Michael keluar dari ruang tahunan bersama sejumlah aparat kepolisian dengan kedua tangannya terbogol.
Michael yang mengenakan masker hitam itu hanya terdiam dan menatap kosong ke depan.
Terutama saat polisi menggiringnya dari mobil menuju ruang tahanan.
Dikatakan Andri, pelaku terbukti melakukan pengancaman serta pemerasan terhadap Cindy Pangestu.
Kendati demikian, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
"Sementara masih kami lakukan proses dan lain-lainnya. Jadi untuk pelaku masih kami ambil keterangan dulu. Sampai nanti modus-modus apa yang terjadi nanti akan kami sampaikan," terang Andri.
Terkini, Michael telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Barat.
Terpisah, Director of Operations Jabodetabek Grab Indonesia, Tyas Widyastuti mengapresiasi respons cepat pihak kepolisian yang menangkap Michael.
Manajemen berharap, penangkapan ini dapat memberi sedikit rasa tenang dan menjadi awal resolusi atas permintaan utama penumpang.
"Kami bersyukur bahwa teknologi dan prosedur investigasi internal kami dapat membantu pihak kepolisian dalam penangkapan tersangka," kata Tyas dalam pernyataannya, Jumat.
Tyas menuturkan, fokus manajemen tetap pada penumpang dan memastikan kasus terus diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Pendampingan lain yang kami tawarkan pada penumpang termasuk konseling, transportasi dan penjagaan keamanan selalu tersedia jika diperlukan," terang dia.
Sebelumnya, Kuasa hukum korban, Wilhelmus Rio Resandhi mengungkapkan kronologi percobaan penculikan yang dialami kliennya.
Wilhelmus mengatakan, kejadian bermula saat Cindy memesan taksi online dari Neo Soho, Jakarta Barat menuju tempat tinggalnya.
Ketika itu, Cindy sudah memastikan nomor polisi mobil yang dikendarai oleh pelaku.
Korban pun naik ke dalam mobil tanpa menaruh curiga kepada sang sopir.
Namun, hal aneh mulai terjadi saat mobil tiba-tiba melaju ke arah Tol Jakarta-Tangerang.
Padahal, rumah korban bisa dituju tanpa perlu lewat tol.
Saat ditanya terkait rute jalan, sang sopir berdalih hanya mengikuti Google Maps.
"Tiba-tiba timbul kecurigaan, mengapa mobil masuk tol, dan ternyata mitra pengemudi tidak memencet tombol pick up di aplikasi," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (28/3/2024).
Kemudian, sopir tiba-tiba mengeluh sesak napas dan meminta korban untuk mengemudikan mobil.
"Di tengah perjalanan, mitra pengemudi mengeluh sesak napas dan meminta pelapor (C) untuk menggantikannya mengemudikan mobil, pelapor menolak," jelasnya.
Selanjutnya, sopir taksi justru meminta Cindy mengirimkan uang Rp 100 juta.
Korban juga diancam akan dibuang ke sungai apabila tidak menuruti permintaannya.
Korban lantas memaksa keluar dari mobil yang ditumpanginya dengan meloncat hingga mengalami luka-luka.
Sopir pun menghentikan mobilnya lalu mengejar, menarik, membekap, menggendong, hingga membanting korban untuk kembali masuk ke mobil.
Korban juga sempat berteriak meminta tolong kepada pengguna jalan.
Saat itu, terjadi cekcok dan tarik-menarik antara sopir dengan Cindy.
Michael lantas merampas ponsel dan tas berisi laptop milik korban.
Meski begitu, Cindy berhasil merebut kembali tas berisi laptop.
Cindy kembali kabur keluar mobil dan berteriak meminta tolong. Namun, pelaku membalas teriakan itu.
"Namun, mitra pengemudi membuat situasi dan membalas teriakan seolah-olah cerita bahwa suami istri sedang bertengkar," jelas Wilhelmus.
Tak menyerah, Cindy akhirnya berteriak dan mengatakan pelaku bukanlah suaminya.
Usahanya membuahkan hasil, warga yang tak jauh dari lokasi kemudian menolong Cindy.
(TribunTrends.com/Kompas.com)
Sumber: Kompas.com
Tampang Suami di Bengkulu Utara yang Tikam Istri Pakai Tombak, Puluhan Tahun Lalu Pernah Dipasung |
![]() |
---|
Gara-gara Sidik Jari di HP, Suami di Jeneponto Cemburu Buta Nekat Tikam Istri di Jeneponto |
![]() |
---|
Pasutri di Gresik Kompak Curi Motor Meski Sudah Pisah Ranjang, Tertangkap saat COD |
![]() |
---|
Tampang Suami Tega Bunuh Istri di Dompu NTB Sebab Malu Banyak Utang, Sempat Senyum sebelum Diperiksa |
![]() |
---|
Kesaksian Tetangga Istri di Dompu yang Dibunuh Suami, Baru Lahiran 10 Hari Lalu: Kenapa Begitu Tega |
![]() |
---|