Breaking News:

Berita Kriminal

PILU Siswi SD di Indramayu, Dirudapaksa 11 Anak Punk, Korban Trauma, Ibu Syok hingga Meninggal

Korban sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya), harus terpaksa menelan pil pahit setelah menjadi korban rudapaksa gerombolan anak punk.

Kolase Dok Tribunnews.com dan Kompas.com)
Ilustrasi korban rudapaksa. Siswi SD harus terpaksa menelan pil pahit setelah menjadi korban rudapaksa gerombolan anak punk di Indramayu. 
- Transpose +

TRIBUNTRENDS.COM - Bejat, 11 anak punk di Indramayu tega merudapaksa seorang siswi SD.

Korban mengalami trauma setelah digilir oleh gerombolan anak jalanan tersebut.

Pilunya, sang ibu meninggal dunia lantaran syok anaknya jadi korban rudapaksa.

Baca juga: Dirawat di RS karena Coba Akhiri Hidup, Gadis Ini Kabur, Malah Jadi Korban Rudapaksa, Dibawa ke Kos

Kepiluan yang dialami seorang bocah SD di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat nampaknya tak kunjung usai.

Ilustrasi pelecehan
Ilustrasi pelecehan (YouTube)

Gadis kecil berinisial CS (13) itu kini harus merelakan kepergian ibundanya untuk selama-lamanya.

Korban sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya), harus terpaksa menelan pil pahit setelah menjadi korban rudapaksa gerombolan anak punk.

Akibat ulah biadab anak punk tersebut, Melati bukan hanya kehilangan keperawanannya.

 

Namun, ia juga kehilangan sang ibu.

Ibunya wafat usai mendengar anak gadisnya digilir belasan anak punk hingga tak berdaya.

"Ibunya itu syok hingga meninggal dunia," ujar Kasi Pemerintahan Desa tempat tinggal korban, Aswanto kepada Tribuncirebon.com.

Menurutnya, ibunda korban tak kuasa menahan kesedihan saat mendengar kabar putrinya dirudapaksa oleh anak punk.

Kasus tersebut saat ini sudah ditangani aparat kepolisian Polres Indramayu.

 

Saat ini, polisi sudah mengamankan empat orang anak punk berinisial MK, AH, H, dan WS.

Nasib miris yang dialami korban berawal saat korban dicekoki miras oleh anak punk tersebut.

Saat tak berdaya, rupanya para pelaku menggilir korban untuk memuaskan hasrat bejadnya.

bocah SD digilir anak punk
bocah SD digilir anak punk (Tribun Cirebon)

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan pelaku sudah berulang kali melakukan aksi bejadnya kepada korban yang masih duduk dibangku kelas 6 SD tersebut.

"Tetapi sudah berulang kali, yakni kurang lebih sudah sekitar empat kali," ujar Fahri didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hilal Adi Imawan, kepada Tribuncirebon.com, Kamis (21/12/2023).

Berdasarkan pengakuan 4 pelaku yang diamankan, rupanya ada pelaku lain yang juga turut menggilir korban.

Totalnya sebanyak 11 orang anak punk yang melakukan rudapaksa tersebut kepada korban.

Saat ini, polisi menyebut sudah mengantongi identitas para pelaku yang masih berkeliaran bebas.

"Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan soal keberadaan terduga pelaku lainnya," ujar dia.

Sementara itu, saat ini bocah kelas 6 SD tersebut masih dalam pendampingan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disduk-P3A) Indramayu untuk memulihkan trauma yang dialami korban.

"Masih ada trauma, tapi kategorinya tidak parah," ujar petugas motekar Disduk-P3A Indramayu, Komariah.

Komariah menjelaskan, dalam hal ini pihaknya terus mengajak korban untuk berinteraksi agar keondisi mentalnya kembali pulih.

Saat ini, sambung dia, korban korban sudah mau ke luar rumah dan bisa diajak berinteraksi.

"Sebelumnya senangnya itu selalu di kamar terus, main HP, tapi kita coba untuk terus ajak interaksi," ujar dia.

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
berita viral hari iniIndramayuanak punk
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved