Breaking News:

Berita Viral

Potret Pilu Guru Agama di Selang Infus Akibat Dianiaya Kepsek, Dinas Pendidikan Mulai Bergerak

Tampak sosok guru yang seharusnya berdiri tegak di depan kelas, justru terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit usai dianiaya Kepala Sekolahnya.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kompas.com
GURU AGAMA - Tampak sosok guru yang seharusnya berdiri tegak di depan kelas, justru terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit usai dianiaya Kepala Sekolahnya. 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan perundungan (bullying) hingga penganiayaan fisik terhadap seorang guru agama perempuan oleh kepala sekolahnya sendiri di SD Negeri 001 Sebatik Tengah
  • Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi dari Kepala Sekolah SD Negeri 001 Sebatik Tengah melalui telepon maupun pesan singkat masih membentur dinding kosong tanpa jawaban
  • Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, belum bisa berbicara banyak mengenai detail kejadian karena sedang bertugas di wilayah pedalaman

 

TRIBUNTRENDS.COM - Dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak diguncang kabar kelam. 

Sebuah unggahan di media sosial yang menceritakan dugaan perundungan (bullying) hingga penganiayaan fisik terhadap seorang guru agama perempuan oleh kepala sekolahnya sendiri di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, kini menjadi pusat kemarahan publik.

Potret Pilu di Balik Selang Infus

Dalam foto yang kini tersebar luas, tampak sosok guru yang seharusnya berdiri tegak di depan kelas, justru terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. 

Wajahnya sayu, dibantu alat pernapasan, dengan selang infus yang menempel di tubuhnya.

Bukan sekadar sakit fisik, unggahan tersebut membawa narasi pedih tentang runtuhnya martabat seorang pendidik yang diduga kuat akibat tangan besi pimpinannya. 

Netizen pun tak kuasa membendung simpati sekaligus kecaman keras terhadap oknum kepala sekolah tersebut.

Baca juga: Duka Guru Agama Sitti Halimah yang di Intimidasi Kepala Sekolah, Ikatan Alumni Pasang Badan

Jeritan Hati Sang Anak: "Mama Dizolimi..."

Sebuah curhatan panjang dari pihak keluarga menjadi pemicu utama meledaknya kasus ini di jagat maya. 

Tanpa mengubah maknanya, berikut adalah kutipan langsung yang menggambarkan betapa berat beban yang dipikul sang guru:

‘Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama. Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun. Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah. Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah. Mama tidak diberikan TTD untuk kelengkapan berkas, yang mengakibatkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun sebesar Rp 45 juta tidak bisa dicairkan. Sesabar itukah Mama. Mama, maafkan anakmu Ma, sampai Mama dilempar kursi dan sekop sampah pun Mama masih berusaha tegar, tapi jiwa dan mental Mama tidak sanggup lagi sampai sedrop ini. Maafkan kami anakmu Mama, belum bisa berikan kebahagiaan di hari tuamu, tapi justru masih terus tegar berjuang dengan kehidupanmu yang penuh ketidak adilan,’

Narasi tersebut mengungkap sisi gelap yang menyesakkan, mulai dari pengucilan sosial di lingkungan kerja, penghambatan hak finansial (sertifikasi), hingga tindakan kekerasan fisik berupa lemparan kursi dan sekop sampah.

Baca juga: Nestapa Guru Agama Sitti Halimah yang Diduga Dianiaya Kepala Sekolah dan Diasingkan di Perpustakaan

Pihak Sekolah Bungkam, Dinas Pendidikan Mulai Bergerak

Hingga saat ini, keheningan justru datang dari pihak terlapor. 

Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi dari Kepala Sekolah SD Negeri 001 Sebatik Tengah melalui telepon maupun pesan singkat masih membentur dinding kosong tanpa jawaban.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, belum bisa berbicara banyak mengenai detail kejadian karena sedang bertugas di wilayah pedalaman. 

Meski demikian, ia memastikan bahwa langkah tegas mulai diambil.

Halaman 1/2
Tags:
kepala sekolahguru agamaKepala Dinas Pendidikan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved