Berita Viral
Duka Guru Agama Sitti Halimah yang di Intimidasi Kepala Sekolah, Ikatan Alumni Pasang Badan
Sitti Halimah diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga penganiayaan yang dilakukan oleh atasannya sendiri, sang Kepala Sekolah.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Sitti Halimah diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga penganiayaan yang dilakukan oleh atasannya sendiri, sang Kepala Sekolah
- Kasus ini tak sekadar menjadi buah bibir, tapi telah menyulut gelombang kecaman luas, termasuk dari Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun Nunukan (IKA STIT IKN)
- Sebagai rekan seangkatan, ia menilai tindakan Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah bukan sekadar masalah internal, melainkan pelanggaran berat terhadap martabat seorang pendidik
TRIBUNTRENDS.COM - Wajah pendidikan di perbatasan Indonesia kembali tercoreng.
Kabar memilukan datang dari SDN 001 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Seorang guru perempuan bernama Sitti Halimah diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga penganiayaan yang dilakukan oleh atasannya sendiri, sang Kepala Sekolah.
Kasus ini tak sekadar menjadi buah bibir, tapi telah menyulut gelombang kecaman luas, termasuk dari Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun Nunukan (IKA STIT IKN), wadah tempat korban pernah menimba ilmu.
Jeritan Hati Sang Anak: Kursi Melayang dan Hak yang Dirampas
Kisah pilu ini mencuat ke publik setelah anak dari Sitti Halimah mengunggah curahan hati yang menyayat hati di media sosial.
Dalam unggahan yang viral tersebut, terungkap betapa berat beban mental dan fisik yang harus ditanggung ibundanya.
Berikut adalah petikan langsung dari curahan hati sang anak:
‘Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama.
Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun.
Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah.
Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah.
Mama tidak diberikan TTD untuk kelengkapan berkas, yang mengakibatkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun sebesar Rp 45 juta tidak bisa dicairkan.
Sesabar itukah Mama.
Mama, maafkan anakmu Ma, sampai Mama dilempar kursi dan sekop sampahpun Mama masih berusaha tegar, tapi jiwa dan mental Mama tidak sanggup lagi sampai sedrop ini.
Sumber: TribunTrends.com
| Korban Pelecehan Mahasiswa FH UI Emosi, Ambruk di Sidang Setelah Maki Pelaku: Lu Tahu Isi Grup Itu |
|
|---|
| Bela Anak, Lupa Korban: Heboh Grup Chat Ortu Mahasiswa FH UI, Minta Pelaku Pelecehan Tak di-DO |
|
|---|
| 16 Mahasiswa FH UI yang Lecehkan 27 Orang Punya Jabatan di Organisasi Kampus, Kini Terancam DO |
|
|---|
| Isi Chat Grup WA 'Basecamp Puri Asih' Mahasiswa FH UI, Kasus Mencuat Usai Akun Anonim di Platform X |
|
|---|
| Awal Mula Grup WA 'Basecamp Puri Asih' Mahasiswa FH UI, Berawal dari Kos Lalu Chat Melecehkan Wanita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/sitti-halimah.jpg)