Amerika Serikat dan Israel Cemas Hadapi Serangan Balasan Iran: Stok Rudal Pencegat Terbatas!
Selain untuk Iran, AS juga harus punya stok rudal yang cukup di Korea Selatan dan Guam guna menangkal ancaman dari Korea Utara dan China.
Editor: Amir M
Dalam pertemuan darurat bulan lalu, Duta Besar China Sun Lei menyampaikan pesan tegas kepada Washington.
“Penggunaan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Itu hanya akan membuat masalah menjadi lebih kompleks dan sulit diatasi. Petualangan militer apa pun hanya akan mendorong kawasan ini menuju jurang yang tak terduga,” kata Sun Lei.
Ini bukan sekadar pernyataan simbolis. Sikap resmi China secara tegas menyatakan dukungan terhadap perlindungan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran.
Dengan merujuk pada Piagam PBB dan prinsip hukum internasional, China menawarkan nilai penting bagi Teheran, yakni legitimasi di tingkat global serta narasi alternatif yang dapat mengimbangi tekanan dari negara-negara Barat.
Pasca perang 12 hari, Rusia perkuat pertahanan udara Iran
Menurut laporan Foundation for Defense of Democracies pada Kamis (26/2/2026), Iran dilaporkan berharap Rusia dapat membantu memperkuat sistem pertahanan udaranya yang melemah setelah perang dengan Israel pada Juni 2025.
Langkah tersebut semakin masif dilakukan di tengah peningkatan kehadiran militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak 2003.
Financial Times melaporkan bahwa kedua negara mencapai kesepakatan senilai 495 juta euro (sekitar Rp 9,8 triliun) untuk pengiriman sistem pertahanan udara baru “Verba” dari Rusia ke Iran.
Meski demikian, sistem tersebut dinilai kecil kemungkinan akan secara signifikan mengubah kalkulasi jika terjadi operasi militer AS terhadap Republik Islam.
Menurut laporan yang sama, Teheran secara resmi mengajukan permintaan Verba pada Juli setelah perang 12 hari dengan Israel, dan kontrak diteken pada Desember.
Dalam konflik itu serta dua serangan sebelumnya pada 2024, militer Israel menghancurkan atau merusak sejumlah sistem pertahanan udara Iran, termasuk baterai rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300 buatan Rusia.
9K333 Verba dengan kode NATO SA-29 Gizmo merupakan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) tercanggih Rusia yang diproduksi massal.
Sistem ini dilaporkan mampu menargetkan pesawat hingga jarak sekitar 6 kilometer pada ketinggian hampir 15.000 kaki, menggunakan pencari multispektral yang mencakup ultraviolet, inframerah dekat, dan inframerah tengah.
Baca juga: Kode Pesanan Pizza dari Pentagon, Tanda Situasi Genting dari Amerika Jelang Malapetaka Geopolitik
Amerika Serikat Ketar-ketir
Militer Amerika Serikat (AS) berpacu dengan waktu untuk melumpuhkan kekuatan rudal dan drone Iran.
Langkah agresif ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa Washington akan kehabisan stok rudal pencegat untuk menangkis serangan balasan dari Teheran.
Sejumlah pejabat, mantan pejabat, dan analis menyebutkan intensitas konflik di Timur Tengah telah menguji kapasitas stok pertahanan udara AS, yang dikenal dengan istilah magazine depth.
Sumber: TribunTrends.com
| Rekam Jejak Ismet Efendi, Sekda Bangkalan Tertidur saat Rapat DPRD, Disemprot Bupati: Gak Beretika |
|
|---|
| Prabowo Bakal Kembali Reshuffle Kabinet? Seskab Teddy Bocorkan: Nanti Bapak Presiden yang Ceritakan |
|
|---|
| Dulu Mobil, Gubernur Kaltim Rudy Masud Kini Rencanakan Anggaran Rumah Dinas Rp25 M, Janji Transparan |
|
|---|
| Mengintip Isi Garasi Bupati Cilacap Syamsul Auliya yang Kena OTT KPK, Satu Mobil Nyaris Rp1 Miliar! |
|
|---|
| Harta Kekayaan Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap yang Terjaring OTT KPK, Tembus Rp12 Miliar! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Donald-Trump-mengklaim-bahwa-Pemimpin-Tertinggi-Iran-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)