Persyaratan Daftar STIN 2025, Tersedia 100 Kuota, Benarkah Harus Dicoret dari KK? Ini Penjelasannya
Berikut ini beberapa persyaratan untuk mendaftar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 2025, benarkah setelah lulus harus dicoret dari KK?
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Nafis Abdulhakim
Ringkasan Berita:
- Ini beberapa persyaratan untuk mendaftar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 2025.
- Banyak yang penasaran, benarkah setelah lulus harus dicoret dari KK?
- Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
TRIBUNTRENDS.COM - Minat generasi muda untuk bergabung dengan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) terus meningkat setiap tahunnya.
Perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN) ini dikenal sebagai lembaga pendidikan bergengsi yang mencetak calon-calon intelijen profesional dan berintegritas tinggi.
Pendaftaran STIN 2025 pun menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para calon mahasiswa, terutama mereka yang tertarik meniti karier di bidang pertahanan dan keamanan negara.
Namun, di balik antusiasme tersebut, banyak yang penasaran mengenai sejumlah persyaratan unik yang harus dipenuhi oleh calon taruna STIN.
Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan publik adalah kabar bahwa lulusan STIN harus dicoret dari Kartu Keluarga (KK) setelah menyelesaikan pendidikan.
Kabar ini kerap menimbulkan tanda tanya, apakah benar demikian dan apa alasannya?
Baca juga: Benefit Kuliah Gratis dan Lulus Jadi CPNS, 10 Sekolah Kedinasan Bisa Jadi Opsi, Daftar Tanpa Rebutan
Isu mengenai keharusan dicoret dari Kartu Keluarga (KK) setelah diterima di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) kini ramai menjadi bahan perbincangan di kalangan siswa dan calon pendaftar sekolah kedinasan milik Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa identitas mahasiswa STIN harus dirahasiakan begitu ketat ketika mereka dinyatakan lolos seleksi.
Kebenaran tentang kabar tersebut memang perlu diluruskan.
STIN dikenal sebagai sekolah kedinasan di bawah naungan BIN, yang memiliki misi utama mencetak calon-calon intelijen profesional dengan kredibilitas tinggi serta kemampuan unggul dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara.
Sama seperti sekolah kedinasan lain, STIN menawarkan fasilitas pendidikan gratis hingga lulus.
Para taruna dan taruni tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi setelah lulus juga langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan BIN maupun instansi terkait.
Dengan sistem pendidikan yang terstruktur dan disiplin tinggi, STIN menjadi salah satu sekolah kedinasan paling prestisius di Indonesia.
Jenjang pendidikan di STIN setara dengan sarjana terapan di perguruan tinggi atau politeknik.
Setelah menyelesaikan masa studi, para lulusannya akan memperoleh gelar Sarjana Intelijen (S.In).
Sumber: TribunTrends.com
| Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 279: Penerapan Qiyas dalam Menetapkan Hukum Islam Kontemporer |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 12 SMA Halaman 327: Sejarah Sarekat Islam hingga Nahdlatul Wathan |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Hal 332: Organisasi Islam dan Perjuangannya dalam Kemerdekaan Indonesia |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 215: Makna Kezuhudan dalam Kehidupan Sehari-hari |
|
|---|
| Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD Halaman 162: Tradisi di Keluarga dan Lingkungan Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/STIN-Sekolah-Tinggi-Intelijen-Negara.jpg)