Breaking News:

Drama MBG

Daftar 16 Perusahaan EO yang Kelola Rp113 Miliar Dana BGN, Ada yang Dapat Rp18 Miliar Sekali Jalan

Kepala BGN menyatakan penggunaan jasa event organizer (EO) adalah kebutuhan strategis, terungkap 16 perusahaan EO yang kecipratan dana

Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Sekretariat Presiden
POLEMIK PROGRAM MBG - Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan penggunaan jasa event organizer (EO) adalah kebutuhan strategis, terutama karena BGN masih dalam tahap awal pembentukan. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional benarkan anggaran EO Rp113,9 miliar
  • EO digunakan karena keterbatasan SDM dan sistem internal
  • Meski diklaim transparan dan sesuai aturan, besarnya nilai kontrak untuk 16 perusahaan EO memicu pertanyaan publik terkait efektivitas dan prioritas belanja

 

TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang perbincangan di media sosial kembali menyeret perhatian pada penggunaan anggaran pemerintah.

Kali ini, fokus tertuju pada daftar pengeluaran untuk jasa event organizer (EO) yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Informasi yang beredar luas di platform digital memunculkan beragam spekulasi, mulai dari pertanyaan soal urgensi hingga efektivitas penggunaan dana tersebut.

Di tengah ramainya perbincangan, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang.

Baca juga: Tolak MBG Demi Bantu Guru, Siswa Ini Malah Jadi Korban Intimidasi! Ombudsman: Itu Hak Sipil Anak!

BGN Benarkan Anggaran, Sebut sebagai Kebutuhan Strategis

Kepala BGN, Dadan Hindayana, membenarkan bahwa anggaran untuk jasa EO sebesar Rp 113,91 miliar memang ada.

Namun, ia menekankan bahwa penggunaan jasa tersebut merupakan bagian dari kebutuhan strategis lembaga, terutama dalam fase awal pembentukannya.

Menurut Dadan, saat ini BGN masih dalam tahap membangun fondasi organisasi, mulai dari sistem kerja, struktur kelembagaan, hingga tata kelola operasional.

Kondisi ini membuat lembaga belum sepenuhnya siap menjalankan kegiatan berskala besar secara mandiri.

"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

DADAN HINDAYANA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
DADAN HINDAYANA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana benarkan anggaran EO Rp113,9 miliar. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Keterbatasan Internal Jadi Alasan Utama

Dadan menjelaskan bahwa penggunaan EO tidak lepas dari keterbatasan internal yang masih dihadapi BGN. Ia menyebut, EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara yang saat ini belum sepenuhnya dimiliki oleh lembaga tersebut.

Kemampuan itu meliputi perencanaan kegiatan, koordinasi dengan berbagai vendor, pengelolaan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional yang kompleks.

"Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya.

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai membantu dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran kepada vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan terpusat.

Baca juga: Alasan Jujur Dadan Hindayana Pakai EO Rp113,9 Miliar untuk MBG: Kami Belum Sanggup Jalan Sendiri

EO Sebagai Solusi Sementara

Dalam pandangan Dadan, menggandeng EO merupakan langkah yang lebih efisien dibandingkan harus membentuk tim internal secara instan.

Halaman 1/2
Tags:
event organizerBGNMBG
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved