Drama MBG
Tarik Ulur Nasib BGN Pasca Tumbangnya Dadan Hindayana Cs: PDIP Minta Dibubarkan, Golkar Pasang Badan
Dadan Hindayana hingga Sony Sonjaya ditetapkan sebagai tersangka korupsi program MBG. Prabowo menegaskan Program MBG akan tetap dilanjutkan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Politikus PDI-P, Guntur Romli, mengusulkan agar BGN dibubarkan setelah tiga mantan pimpinannya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi
- Prabowo menegaskan Program MBG akan tetap dilanjutkan meskipun terjadi pergantian pimpinan di BGN
- Golkar menilai MBG tetap merupakan program yang baik dan penting bagi generasi muda. Ia meminta evaluasi menyeluruh
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya mengguncang lembaga tersebut, tetapi juga memunculkan perdebatan luas mengenai masa depan institusi yang menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah proses hukum yang terus berjalan, muncul dua pandangan berbeda. Sebagian pihak menilai BGN perlu dibubarkan karena dianggap gagal menjaga integritas program, sementara pihak lain meminta pemerintah fokus melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola.
Perdebatan ini muncul setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Kasus tersebut menjadi sorotan nasional karena berkaitan langsung dengan program prioritas pemerintah yang menyasar jutaan anak Indonesia.
Baca juga: Kejagung Tolak Bekukan Dapur MBG yang Terafiliasi dengan Dadan Hindayana Cs, Ini Alasannya
Guntur Romli Usulkan BGN Dibubarkan
Salah satu suara paling keras datang dari politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (5/6/2026), ia mengusulkan agar pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional.
Menurut Guntur, kasus yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam lembaga tersebut. Ia menilai pergantian pimpinan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
Dalam pandangannya, dugaan korupsi yang terungkap bukan sekadar kesalahan individu, melainkan mencerminkan persoalan yang bersifat struktural dan sistemik.
Guntur juga menyinggung besarnya dugaan kerugian yang muncul dalam perkara tersebut. Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap BGN.
"Tiga Pimpinan Korupsi. 10 Triliun Digarong? Harusnya BGN yang Dibentuk Jokowi itu Dibubarkan," tulis Guntur.
Pernyataan itu langsung memantik diskusi publik mengenai efektivitas dan masa depan lembaga yang selama ini menjadi motor utama pelaksanaan program MBG.
Prabowo Tetap Pertahankan Program MBG
Di tengah munculnya usulan pembubaran BGN, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan tetap dilanjutkan.
Meski mengaku sedih harus mencopot Dadan Hindayana yang sebelumnya mendapat kepercayaan untuk memimpin BGN, Prabowo memastikan komitmennya dalam memberantas korupsi tidak akan berubah.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan pejabat tidak boleh menghentikan manfaat program bagi masyarakat.
Dengan kata lain, perbaikan tata kelola akan dilakukan tanpa mengorbankan keberlangsungan program yang telah berjalan.
Baca juga: Senggol Kasus Korupsi Dadan Cs, Golkar Desak Kepala BGN Baru Bongkar Praktik Transaksional Dapur MBG
Golkar Pilih Jalur Evaluasi Menyeluruh
Sumber: TribunTrends.com
| BGN Bentukan Jokowi Digoyang Isu Bubar, Prabowo Pasang Badan: Program MBG Haram Berhenti! |
|
|---|
| Baru Menjabat, Kepala BGN Nanik Deyang Nekat Batasi Jumlah Dapur MBG: Enam per Kecamatan Cukup |
|
|---|
| Dana Rp10 Triliun Diduga Dikorupsi, Guntur Romli Minta BGN Dibubarkan: Ganti Pimpinan Tak Cukup! |
|
|---|
| Kejagung Tolak Bekukan Dapur MBG yang Terafiliasi dengan Dadan Hindayana Cs, Ini Alasannya |
|
|---|
| Senggol Kasus Korupsi Dadan Cs, Golkar Desak Kepala BGN Baru Bongkar Praktik Transaksional Dapur MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/dadan-hindayana-kepala-bgn-korupsi-mbg.jpg)