Drama MBG
BGN Bentukan Jokowi Digoyang Isu Bubar, Prabowo Pasang Badan: Program MBG Haram Berhenti!
Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, usulkan BGN bentukan Jokowi dibubarkan, Prabowo beri pembelaan dan menolak MBG dihentikan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menilai kasus dugaan korupsi yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN menunjukkan adanya persoalan yang bersifat struktural
- Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya menyatakan dirinya bukan aktor utama dalam dugaan pengaturan maupun jual beli titik-titik dapur SPPG
- Di tengah polemik dan proses hukum yang berlangsung, Prabowo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan
TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang kritik terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) semakin menguat setelah tiga mantan pimpinan lembaga itu terseret dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, muncul tuntutan agar pemerintah tidak hanya mengganti pejabat, tetapi juga melakukan langkah yang dianggap lebih mendasar terhadap lembaga tersebut.
Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menjadi salah satu yang paling keras menyuarakan hal itu.
Melalui unggahan di Instagram pada Jumat (5/6/2026), ia menilai persoalan di BGN bukan sekadar kesalahan individu, melainkan mencerminkan problem yang sudah melekat sejak awal pembentukan lembaga pada era Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Senggol Kasus Korupsi Dadan Cs, Golkar Desak Kepala BGN Baru Bongkar Praktik Transaksional Dapur MBG
Pergantian Pimpinan Dinilai Tak Menjawab Akar Masalah
Menurut Guntur, pergantian pimpinan yang telah dilakukan pemerintah belum menyentuh sumber persoalan yang sesungguhnya.
Ia menilai dugaan penyimpangan dalam program MBG mengarah pada masalah yang bersifat struktural dan sistemik, sehingga membutuhkan respons yang lebih tegas dari Presiden Prabowo Subianto.
"Tiga Pimpinan Korupsi. 10 Triliun Digarong? Harusnya BGN yang Dibentuk Jokowi itu Dibubarkan," tulis Guntur.
Pernyataan itu segera memicu perdebatan luas di ruang publik: apakah BGN cukup dibenahi, atau justru perlu dibongkar dan dibangun ulang dari awal.
Sony Sonjaya Klaim Ada “Nama-Nama Besar”
Di saat perdebatan tentang masa depan BGN menguat, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyampaikan klaim baru melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti.
Sony disebut membantah bahwa dirinya merupakan otak pengaturan maupun dugaan praktik jual beli titik-titik dapur SPPG yang selama ini disorot.
Krisna mengatakan, kliennya merasa selama ini diposisikan sebagai pihak utama yang disalahkan, padahal menurut Sony ada pihak lain yang lebih berpengaruh di balik pengaturan tersebut.
Karena itu, Sony memutuskan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung.
"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu.
Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Krisna, Jumat (5/6/2026).
Sumber: TribunTrends.com
| BGN Bentukan Jokowi Digoyang Isu Bubar, Prabowo Pasang Badan: Program MBG Haram Berhenti! |
|
|---|
| Baru Menjabat, Kepala BGN Nanik Deyang Nekat Batasi Jumlah Dapur MBG: Enam per Kecamatan Cukup |
|
|---|
| Dana Rp10 Triliun Diduga Dikorupsi, Guntur Romli Minta BGN Dibubarkan: Ganti Pimpinan Tak Cukup! |
|
|---|
| Kejagung Tolak Bekukan Dapur MBG yang Terafiliasi dengan Dadan Hindayana Cs, Ini Alasannya |
|
|---|
| Senggol Kasus Korupsi Dadan Cs, Golkar Desak Kepala BGN Baru Bongkar Praktik Transaksional Dapur MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/JOKOWI-DAN-PRABOWO-Joko-Widodo-atau-Jokowi-dan-Presiden-Prabowo-Subianto.jpg)