Berita Viral
7 Bom Dirakit Sendiri! Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Belajar dari Darkweb, Niat Balas Dendam
Tujuannya memang untuk balas dendam, pelaku ledakan bom SMAN 72 Jakarta mempelajari cara membuat bom melalui dunia maya dan darkweb.
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Pelaku bom SMAN 72 Jakarta merakit sendiri bom melalui panduan di internet dan dark web
- Tidak ada indikasi keterlibatan jaringan terorisme, aksi dilakukan atas dasar kemarahan pribadi dan gangguan psikis.
- Pelaku kini dirawat di RS Polri untuk pemeriksaan medis dan psikis, sementara polisi terus mendalami motif dan jaringan daring yang diaksesnya.
TRIBUNTRENDS.COM - Suasana tenang di SMAN 72 Jakarta mendadak berubah menjadi kepanikan besar. Suara ledakan memecah keheningan salat Jumat yang tengah berlangsung di masjid sekolah.
Asap putih mengepul, jeritan terdengar di antara kepulan debu, dan kepanikan pun melanda seluruh penjuru sekolah.
Tak ada yang menyangka, pelaku ledakan itu bukan orang luar melainkan salah satu siswa di sekolah yang sama.
Dari hasil penyelidikan, terungkap fakta mencengangkan: pelaku merakit sendiri bom yang dibawanya.
Ia disebut telah menyiapkan tujuh bom rakitan, namun hanya empat yang meledak, menimbulkan luka bagi puluhan orang yang tengah beribadah.
Baca juga: Terkuak! Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Bawa 7 Bom, 4 Meledak, 3 Gagal Diledakkan!
Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa sang pelaku mempelajari cara membuat bom melalui dunia maya.
“(Bom) dirakit sendiri, dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” ujar Mayndra, Senin (10/11/2025).
Tak hanya itu, penyelidikan juga menemukan jejak digital yang mengungkap sisi gelap dari aktivitas daring pelaku.
“Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring, terutama di forum dan situs-situs gelap yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya,” ungkap Mayndra.
Meski demikian, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pelaku tidak terafiliasi dengan jaringan terorisme mana pun.
Ia hanyalah siswa biasa, yang menempuh pendidikan di sekolah yang sama dengan para korban ledakan.
“Sejauh ini yang saya ketahui belum ada keterlibatan dengan kelompok lain, tetapi nanti secara pasti akan disampaikan oleh Densus,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku bukanlah sosok yang anti-Islam, meskipun peristiwa tragis itu terjadi di area masjid sekolah.
Aksi tersebut disebut lahir dari inisiatif pribadi, dilatarbelakangi oleh kemarahan dan tekanan batin yang dipendam.
| Rombongan Pejabat Foto-foto di Sitinjau Lauik, Nama Arteria Dahlan Terseret, Kapolres Solok Ditegur! |
|
|---|
| Bayi 1,5 Tahun Diajak Naik Gunung Ungaran saat Cuaca Buruk Berujung Hipotermia, Ortu Cekcok di Pos 4 |
|
|---|
| Kasus Bayi Nyaris Tertukar, Perawat RSHS Bandung Hanya Disanksi Pindah Bagian, Sulit Dipidanakan? |
|
|---|
| Sumpah Berujung Penistaan! Wanita di Lebak Dipaksa Injak Al-Qur'an Gara-gara Tuduhan Bedak Hilang |
|
|---|
| Ratusan Warga Rokan Hilir Bakar Rumah Bandar Sabu, Polisi Kewalahan: Ini Akibat Hukum yang Lemah! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ilustrasi-siswa-SMA-pelaku-ledakan-bom-SMAN-72-Jakarta-mempelajari-cara-membuat-bom.jpg)