Keluarga Cendana

Kisah Masa Kecil Soeharto, Diasingkan Orangtua, Dulu Isunya Anak Bangsawan Dititip ke Orang Biasa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Masa kecil Soeharto masih jadi misteri, dulu rumornya anak Ningrat yang dititipkan ke orang biasa.

Konon katanya, Sukirah yang stres setelah melahirkan Soeharto menghilang.

Seminggu kemudian, dia ditemukan di atas rumah dalan keadaan sudah lemas.

Kelak di kemudian hari, persoalan ini menjadi semacam desas-desus di kalangan para elite hingga puluhan tahun kemudian.

Muncul rumor jika ayah dan ibunya tidak harmonis karena sejak awal Sukirah telah hamil dengan bangsawan tapi dibuang ke desa dan dinikahi Kertorejo.

Tapi isu dibantah oleh Soeharto, dia menegashkan bahwa dirinya bukan berdarah biru.

Bertahun-tahun kemudian, Soeharto lantas menjelaskan kedekatan hubungan ibunya dengan bangswan di Yogyakarta.

Baca juga: Sosok Haryo Putra Wibowo Cicit Soeharto yang Jenius, Usia 18 Raih Gelar Master, Anak Ari Sigit

Dia ingat, saat sering dikatai Den Bagus tahi mabhul (tahi kering) oleh teman-teman sepermainan kelereng.

Dengan kata lain, ia diejek sebagai sisa buangan priyayi. Saat itu Soeharto berusia delapan tahun dan ia masih ingat ejekan itu.

Tak pelak, Soeharto kesal dengan panggilan tersebut karena dia merasa berasal dari keluarga miskin.

Baginya, panggilan itu tak lebih dari sekadar hinaan bagi dirinya. "Sudah miskin, saya juga masih menghadapi hinaan ini,” tulis Jenkins mengutip Soeharto.

Begitulah masa kecil Soeharto yang jauh dari hidup mewah karena orangtuanya hanyalah orang desa yang miskin dan tak punya darah biru.

TribunTrends/Intisari

Tags: