13 Fakta Gencatan Senjata Israel-Hamas: Isi Perjanjian, Pembebasan Sandera, Akhir dari Peperangan?
Berikut 13 fakta gencatan senjata Israel-Hamas, tukar tawanan hingga larangan rayakan pembebasan, peperangan berakhir?
Editor: ninda iswara
TRIBUNTRENDS.COM - Berikut deretan fakta mengenai gencatan senjata sementara Israel-Hamas.
Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata selama empat hari.
Menurut pengumuman mediator Qatar, gencatan senjata sementara dimulai pada Jumat (24/11/2023) pukul 07.00 waktu setempat atau 12.00 WIB.
Setelah 47 hari pemboman Israel menggempur wilayah Palestina yang dikuasai militan Hamas, gencatan senjata sementara ini mendapat sambutan baik.
Baca juga: Ayah Relawan dari Singkawang Ketar-ketir Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Bagaimana Kondisinya?

Inilah fakta-fakta mengenai gencatan senjata sementara antara Israel-Hamas:
1. Peran Qatar
Qatar memainkan peran penting dalam tercapainya kesepakatan gencatan sementara antara Israel-Hamas.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari memimpin mediasi antara kedua belah pihak.
Ia mengatakan bahwa gencatan senjata sementara akan mulai berlaku pukul 07.00 waktu setempat atau 12.00 WIB, Jumat (24/11/2023).
2. Sandera Hamas Dibebaskan
Pukul 16.00 waktu setempat nanti, 13 sandera yang ditahan Hamas di Gaza akan dibebaskan.
3. Garis besar isi perjanjian gencatan senjata sementara Israel-Hamas
Garis besar utama dari gencatan senjata sementara antara Israel-Hamas adalah jeda pertempuran, pertukaran tawanan Hamas dengan warga Palestina yang di penjara di Isael, penghentian lalu lintas udara di Gaza utara pada jam-jam yang disepakati dan seluruh Gaza selatan.
Hamas mengatakan bahwa Israel setuju untuk menghentikan lalu lintas udara di Gaza utara mulai pukul 10 pagi (08:00 GMT) hingga pukul 16:00 (14:00 GMT) setiap hari.
Dan di Gaza selatan selama keseluruhan gencatan senjata.
Hamas mengatakan bahwa 200 truk bantuan dan empat truk bahan bakar akan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari.
4. Pembebasan sandera lainnya
Gencatan senjata sementara akan berlangsung selama empat hari.
Dalam kesepakatan ini, 50 perempuan dan anak-anak, dari sekitar 240 orang yang ditawan Hamas akan dibebaskan.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 150 perempuan dan anak-anak Palestina, yang ditahan di penjara Israel.
Orang-orang Palestina menganggap mereka yang ditawan sebagia korban pendudukan Israel dan di penjara tanpa proses hukum yang layak.
Baca juga: Isi Lirik Lagu yang Dinyanyikan Anak-anak Israel, Miris Penuh Kekejaman: Kami akan Lenyapkan Mereka

5. Tahanan Palestina di penjara tanpa diadili
Israel telah memberikan daftar sekitar 300 tahanan Palestina yang mungkin dibebaskan.
Tidak satupun dari mereka dituduh melakukan pembunuhan dan banyak dari mereka ditahan secara sewenang-wenang tanpa diadili.
6. Perayaan pembebasan dilarang
Israel menegaskan bahwa pasukannya akan melarang perayaan pembebasan mereka.
7. Pembebasan tawanan dibagi beberapa gelombang
Pembebasan tawanan akan dibagi dalam beberapa gelombang.
Menurut Radio Tentara Israel, gelombang pertama yang terdiri dari 39 tahanan Palestina akan dibebaskan sekitar jam 20.00 waktu setempat.
Ini hanya akan terjadi jika sandera yang ditahan di Gaza berada di wilayah Israel.
8. Jeda bisa diperpanjang 1 hari
Israel mengatakan bahwa jeda akan diperpanjang satu hari untuk setiap 10 sandera tambahan yang dibebaskan.
9. ICRC bantu fasilitasi proses pembebasan
Qatar juga menyatakan bahwa Komite Palang Merah Internasional (ICRC) akan bekerja di Gaza untuk membantu memfasilitasi proses pembebasan tersebut.
10. Israel beritahu keluarga tawanan
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (23/11/2023), kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah menerima daftar orang-orang yang dibebaskan.
Pemerintah juga telah memberi tahu keluarga mereka .
Perkembangan ini membawa kelegaan bagi sebagian orang, namun menimbulkan keputusasaan bagi sebagian lainnya.
Baca juga: Pilu Anak-anak Korban Perang di Gaza, Nangis Tahan Sakit, Dijahit Tanpa Anestesi, Tidur Tanpa Kasur

11. Sejumlah poin perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas
Total ada tujuh poin perjanjian gencatan senjata sementara antara Israel-Hamas, berikut daftarnya:
- Israel akan menghentikan aksi militer di seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk pergerakan kendaraan militer
- Sekitar 300 truk bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan medis dan bahan bakar, akan diizinkan masuk ke Gaza
- Drone di Gaza selatan dan utara akan berhenti selama empat hari, setiap hari selama enam jam per hari, antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat
- Selama masa gencatan senjata, Israel berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza
- Kebebasan bergerak akan dijamin di sepanjang Jalan Salah al-Deen, namun warga Gaza dilarang kembali ke rumahnya di Gaza utara
- 10 sandera Hamas akan dibebaskan per hari dan Israel kemungkinan bersedia memberikan satu hari jeda tambahan untuk 10 sandera lainnya
- 150 tahanan warga Palestina yang terdiri dari wanita dan anak-anak akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel.
12. Status pertempuran
Pertanyaan pun dilontarkan kepada Kepala perundingan Qatar Mohammed Al-Khulaifi terkait status dan aktivitas bersenjata dalam perjanjian gencatan senjata.
"Tidak ada serangan apa pun yang akan terjadi. Tidak ada gerakan militer, tidak ada ekspansi. Tidak ada apa-apa," tegasnya.
Hamas mengatakan bahwa Israel setuju untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di Gaza.
"Orang-orang dapat bergerak bebas di sepanjang Jalan Salah al-Din, jalan utama di mana banyak warga Palestina meninggalkan Gaza utara, tempat Israel melancarkan invasi darat," terang Hamas.
Hamas juga mengatakan bahwa sayap bersenjatanya dan semua "faksi Palestina" lainnya akan menghentikan "semua aktivitas militer" ketika gencatan senjata mulai berlaku.
13. Apakah ini akhir dari perang Israel-Hamas?
Mungkin tidak.
Meskipun negara-negara seperti Qatar, kelompok kemanusiaan, dan para pemimpin dunia telah menyatakan harapan bahwa gencatan senjata tersebut dapat membuka jalan bagi gencatan senjata jangka panjang, baik Israel maupun Hamas telah menyatakan niat mereka untuk terus melanjutkan konflik tersebut.
Pekan ini, Netanyahu mengatakan kesepakatan itu merupakan jeda, bukannya akhir perang.
"Kami sedang berperang, dan kami akan melanjutkan perang," katanya.
"Kami akan melanjutkannya sampai kami mencapai semua tujuan kami," ucap Netanyahu.
(Tribunnews.com)
Diolah dari artikel di Tribunnews.com
Sumber: Tribunnews.com
Program Makan Bergizi Gratis di Lebong Dihentikan Sementara Usai 456 Siswa Keracunan |
![]() |
---|
Viral Anggota DPR Joget Lagu 'Gemu Fa Mi Re', Inilah Sosok Sadarestuwati, Harta Capai Rp38 M |
![]() |
---|
Ditanya Soal Pendidikan, Ini Respons Nafa Urbach yang Kini Duduk di DPR RI |
![]() |
---|
Mengintip Isi Garasi Mewah Ahmad Sahroni, Punya 23 Mobil & 5 Motor, Termasuk Porsche Rp14 Miliar! |
![]() |
---|
Kronologi Kerusuhan Aksi Demo di Solo, Gedung DPRD Terbakar, Jalan Porak Poranda |
![]() |
---|