Breaking News:

Berita Viral

Kritik Kepsek SMPN 1 Ponorogo, Wali Murid Tak Setuju Soal Iuran Rp 1,7 Juta untuk Mobil Baru: Mikir!

Wali murid kritik Imam Mujahid selaku Kepsek SMPN 1 Ponorogo soal penarikan iuran siswa untuk beli mobil Inova baru.

Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/Ist
Wali murid kritik Kepsek SMPN 1 Ponorogo soal penarikan iuran siswa untuk beli mobil Inova baru. 

TRIBUNTRENDS.COM - Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 1 Ponorogo mendadak viral usai mencanangkan kebijakan sumbangan Pengembangan dan Peningkatan Mutu Sekolah (SPPMS).

Kebijakan tersebut menuai kritikan karena Kepala Sekolah bernama Imam Mujahid itu menarik iuran lebih dari Rp 1 juta kepada muridnya.

Dikatakan oleh Imam, uran tersebut digunakan untuk pembelian mobil sekolah. 

Sebab mobil sekolah yang lawas sudah sering mogok.

Selain itu, iuran yang ditarik juga diperuntukkan membeli peralatan komputer dan alat-alat musik.

Lantas, bagaimana tanggapan wali murid SMPN 1 Ponorogo atas kebijakan tersebut viral?

Baca juga: Kepsek SMPN 1 Ponorogo Minta Siswa Iuran Rp 1,7 Juta untuk Beli Mobil Baru, Begini Respon Disdik

Imam Mujahid, Kepala SMPN 1 Ponorogo yang viral diduga memintai siswa sumbangan untuk beli mobil baru sekolah. Siswa harus membayar Rp 1,7 juta
Imam Mujahid, Kepala SMPN 1 Ponorogo yang viral diduga memintai siswa sumbangan untuk beli mobil baru sekolah. Siswa harus membayar Rp 1,7 juta (smpn1-pon.sch.id/kolase tribunjatim.com)

Wali murid merasa keberatan dengan beredarnya surat penarikan iuran bagi para siswa SMP Negeri 1 Ponorogo untuk membeli mobil Inova baru.

Seperti yang diketahui saat ini SMPN 1 Ponorogo sedang jadi sorotan publik lantaran pihak sekolah meminta iuran pada siswanya dengan jumlah yang fantastis.

Meski berdalih penarikan sumbangan ditujukan untuk kepentingan akomodasi dan tidak bersifat memaksa, namun tetap saja dinilai tak wajar.

Pasalnya dalam surat tersebut menerangkan ada tiga point, yakni untuk pengadaan alat musik, komputer, dan terakhir peremajaan mobil.

Salah satu wali murid berinisial PR pun membenarkan adanya surat penarikan iuran bagi siswa SMPN 1 Ponorogo.

“Memang benar surat itu. Dan kalau saya pribadi ada point peremajaan mobil sebenarnya tidak terlalu urgent,” ujar PR, yang dikutip dari TribunProbolinggo.com, Sabtu (30/09/2023).

PR menyebutkan point peremajaan mobil sangatlah tidak tepat sasaran.

“Kalau mobil kan tidak mungkin bisa dipakai semua. Jadi saya merasa keberatan diperemajaan mobil," pungkasnya

Sedangkan terkait pengadaan komputer itu ia tak terlalu mempersoalkan lantaran bisa digunakan oleh para siswa.

"Komputer okelah bisa dipakai untuk semua murid,” terangnya lagi

PR pun juga mempertanyakan apakah benar-benar akan digunakan untuk sekolah atau lainnya.

“Kalau nanti dipakai apa saya pribadi tidak tahu. 200 murid, mobil satu apa bisa dipakai? 

Kebijakan tidak ada yang populis Kalau Inova tidak populis. Apa harus Inova?,” tanya PR

Kepsek SMPN 1 Ponorogo, Imam Mujahid diduga meminta siswa sumbangan untuk beli mobil baru sekolah.
Kepsek SMPN 1 Ponorogo, Imam Mujahid diduga meminta siswa sumbangan untuk beli mobil baru sekolah. (Istimewa)

Kendati demikian ia pun berharap bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak sekolah itu dapat dipertimbangkan kembali.

Lantaran saat kesepakatan, ratusan wali murid memang diundang. Namun menurutnya tidak membuat kesepakatan dari nol.

“Jadi di sana sudah ditawarkan 3 pilihan. Pada pilihan pertama mobil Inova 2017 dengan harga Rp 225 juta. 

Pilihan kedua mobil Inova 2018 dengan harga Rp 240 juta dan pilihan ketiga Inova 2019 dengan harga Rp 265 juta hanya beda tahun Inova," pungkas wali murid itu.

"Jadi kesepakatan itu harus dipikir ulang khususnya pengadaan peremajaan mobil," imbuhnya lagi.

Kepala sekolah Buka Suara

Dalam salah satu kesempatan, Imam Mujahid tak membantah terkait iuran siswa tersebut.

Imam beralasan tindakan yang dilakukan oleh pihak sekolah sudah sesuai prosedur.

Pasalnya, penarikan iuran untuk membeli berbagai barang tersebut merupakan program komite sekolah.

“Program komite, komite yang memberi kebijakan bersama wali murid,” kata Imam yang dikutip dari TribunProbolinggo.com, Sabtu, (30/09/2023).

Baca juga: Alasan Kepsek SMP 1 Ponorogo Tarik Iuran Siswa Jutaan Rupiah Beli Mobil Baru, Mobil Lama Kerap Mogok

Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil itu telah melalui pertimbangan yang matang.

Bahkan pihaknya telah mendatangkan Aparat Penegak Hukum (APH) saat musyawarah yang dihadiri oleh komite sekolah dan para wali murid tersebut terkait kesepakatan iuran siswa SMPN 1 Ponorogo.

“Beliau-beliau (APH) memberi sambutan saat musawarah berlangsung," imbuh Kepsek SMPN 1 Ponorogo itu.

Tak hanya sampai disitu, ia pun menjelaskan pont-point isi surat terkait penarikan iuran siswa SMPN 1 Ponorogo tersebut.

Halaman
1234
Tags:
SMPN 1 Ponorogoiuranmobil baruImam Mujahid
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved