Berita Kriminal
ASTAGA Siswa SMA di Pasaman Dikeroyok Teman, Babak Belur Pulang Sekolah, Korban Sampai Dirawat di RS
Viral video penganiayaan yang dialami seorang siswa SMAN 1 Beremas Kabupaten Pasaman Barat Sumbar.
Editor: Nafis Abdulhakim
TRIBUNTRENDS.COM - Astaga seorang siswa SMA di Kabupaten Pasaman, Sumbar harus dirawat di rumah sakit karena dianiaya sepulang sekolah.
Ia mengalami beberapa luka lebam di tubuhnya.
Diketahui, korban dianiaya oleh teman-teman sekolahnya.
Baca juga: Pierre Gruno Diduga Terlibat Penganiayaan, Terungkap Kronologi, Saksi: Operasi Patah Tulang Hidung
Viral video penganiayaan yang dialami seorang siswa SMAN 1 Beremas Kabupaten Pasaman Barat Sumbar.
Korban AH 916) mengalami sejumlah luka lebam dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Archaya Moniko Tama selaku kakak kandung korban mengatakan bahwa adiknya berinisial AH (16) diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman-temannya.

Ia mengatakan, peristiwa ini terjadi di kawasan dekat sekolah, yaitu SMAN 1 Sungai Beremas.
"Kejadiannya terjadi pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2023, kemarin.
Saat itu, dia sedang hendak pulang sekolah," kata Archaya Moniko Tama, Jumat (28/7/2023).
Ia mengatakan, saat hendak pulang sekolah, adiknya dihadang oleh teman satu sekolahnya dan terjadilah dugaan pengeroyokan sekitar pukul 10.00 WIB.
"Akibatnya, adik saya dirawat di RSUD Jambak.
Pelaku bukan hanya murid sekolah bercampur dengan anak-anak yang tidak sekolah," katanya.
Archaya Moniko Tama menyebutkan untuk kasus ini telah dilaporkan ke Polsek sekitar agar dapat diusut tuntas.
"Baru siap dilaporkan ke Polsek sekitar tadi. Saya berharap, pelaku dapat hukuman yang setimpal," kata Archaya Moniko Tama.
Monica Fitria selaku guru Bahasa Inggris SMAN 1 Sungai Beremas membenarkan adanya dugaan adanya penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi pada Rabu (26/7/2023) yang lalu.
Ia menjelaskan, informasi sementara sampai saat ini korban merupakan murid kelas XI, dan sedangkan terduga pelaku adalah kelas XII.
Monica Fitria menyebutkan untuk kejadian ini terjadi pada saat para murid sudah pulang sekolah dikarenakan adanya kegiatan, dan dugaan penganiayaan ini terjadi di luar lingkungan sekolah.
"Pastinya kronologi kejadian ini belum 100 persen dapat disimpulkan, karena saat itu murid sudah pulang. Kami dari pihak sekolah dihubungi setelah kejadian ini berakhir dan korban sudah berada di rumah sakit," kata Monica Fitria.
Dikatakannya, rekaman video yang tersebar hanyalah potongan dari kejadian dugaan penganiayaan.
Selanjutnya diminta keterangan dari teman-teman korban dan pelaku, namun kronologi yang didapatkan beragam.
Baca juga: ASTAGA! 2 Hari Hilang, Pria di Pasuruan Ternyata Tewas, Mayat dalam Karung, Ada Bekas Penganiayaan

Oleh karena itu. Monica Fitria mengatakan akan meminta keterangan dari korban dan pelaku, selanjutnya dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak.
"Saat ini korban sudah pulang ke rumah, dikarenakan tidak bisa dirujuk menggunakan BPJS, bisanya umum.
Selain itu, keluarga korban termasuk kurang mampu, sehingga tidak mampu membayar sebagai pasien umum," katanya.
Ia menyebutkan pihak sekolah telah melihat korban setelah mendapat lapor, dimana awalnya dibawa ke Puskesmas terdekat.
Namun, pada saat hari kejadian hanya fokus perawatan korban dikarenakan kondisinya.
Sepulang pihak sekolah dari Puskesmas, didapatkan informasi kalau korban berinisial AH dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terhadap luka yang didapatkan.
"Selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, diduga karena pihak pelaku belum ada datang melihat kondisi korban," kata Monica Fitria.
Monica Fitria menjelaskan bahwa pelaku pada saat kejadian memakai baju bebas dan datang bersamaan dengan masyarakat yang bukan murid SMAN 1 Sungai Beremas.
Sedangkan korban berseragam sekolah.
"Informasi sementara, pihak pelaku yang membawa rombongan dan beberapa siswa lainnya yang membantu korban. Itulah yang terlibat kejadian ini," katanya.
Monica Fitria menyampaikan belum dapat berkomunikasi dengan korban dikarenakan kondisinya yang tidak memungkinkan, sehingga menunggu untuk meminta keterangan.
"Rencana kita meminta keterangan pelaku dahulu untuk mencari tahu kronologi kejadian ini.
Kami akan mencarikan jalan damai, besok akan kami panggil terduga pelaku.
Untuk yang terlibat dalam kejadian ini ada sekitar 4 sampai 5 murid, tetapi pastinya besok setelah mendapatkan keterangan," katanya.
Monica Fitri berharap adanya damai dari kedua belah pihak dengan adanya pihak pelaku mendatangi korban dan membantu dalam meringankan beban biaya untuk pengobatan.
"Semoga bisa damai, korban bisa sembuh, pelaku bisa meminta maaf, dan bisa kembali ke sekolah sebagai siswa biasa.
Karena korban sudah melapor ke polisi.
Ya kalau kami, dengan cara kami juga menyelesaikannya.
Sedangkan yang Polisi dengan jalannya juga, jadi dengan caranya masing-masing saja lagi.
Semoga bisa damai kedua belah pihak," kata Monica Fitria.
Sedangkan, Kasi Humas Polres Pasaman Barat, AKP Rosminarti, membenarkan bahwasanya telah masuk laporan dari korban ke Polsek sekitar.
"Iya, sudah masuk laporannya. Namun, kami berencana akan melakukan mediasi terhadap keduanya," kata AKP Rosminarti. (*)
Diolah dari artikel TribunPadang
Sumber: Tribun Padang
Tampang Suami di Bengkulu Utara yang Tikam Istri Pakai Tombak, Puluhan Tahun Lalu Pernah Dipasung |
![]() |
---|
Gara-gara Sidik Jari di HP, Suami di Jeneponto Cemburu Buta Nekat Tikam Istri di Jeneponto |
![]() |
---|
Pasutri di Gresik Kompak Curi Motor Meski Sudah Pisah Ranjang, Tertangkap saat COD |
![]() |
---|
Tampang Suami Tega Bunuh Istri di Dompu NTB Sebab Malu Banyak Utang, Sempat Senyum sebelum Diperiksa |
![]() |
---|
Kesaksian Tetangga Istri di Dompu yang Dibunuh Suami, Baru Lahiran 10 Hari Lalu: Kenapa Begitu Tega |
![]() |
---|