Breaking News:

Berita Viral

Wikwik Berujung Maut, Kakek di Kendari Tewas Usai Sewa PSK, Ditemukan di Gubuk Tanpa Celana

Seorang kakek berusia 75 tahun asal Kendari ditemukan tewas di gubuk usai sewa PSK, meninggal tanpa mengenakan celana.

Editor: jonisetiawan
Kolase Tribun Trends/Freepik
Ilustrasi mayat seorang kakek di Kendari yang ditemukan di gubuk usai sewa PSK. 

TRIBUNTRENDS.COM - Niat hati ingin mencari kesenangan duniawi, seorang kakek di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara justru tewas saat bercinta bersama pekerja seks komersial (PSK).

Kakek berinisial LT itu tewas dalam kondisi setengah telanjang lantaran tiba-tiba mengalami kejang-kejang saat bercinta dengan wanita pesanannya.

Jasad kakek 75 tahun itu ditemukan oleh warga yang melintas.

Sebelum tewas, LT sempat kejang-kejang setelah berhubungan badan dengan sang PSK sewaannya.

Baca juga: PAKAI Obat Tanpa Resep Dokter, Kakek di Bogor Jadi Tersangka Kasus Narkotika Dia Cuma Pengguna

Ilustrasi kakek meninggal usai sewa PSK.
Ilustrasi kakek meninggal usai sewa PSK. (Tribunnews.com/Ilustrasi)

Kakek LT tewas dalam kondisi setengah telanjang di sebuah gubuk, di jalan Mekar Jaya Indah Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saat ditemukan, warga Kecamatan Mandonga, Kota Kendari itu, hanya mengenakan baju kaus berkerah.

Belakangan diketahui, pria yang berprofesi sebagai tukang batu itu sempat mengalami kejang usai berhubungan badan dengan pekerja seks komersial (PSK) berinisial LN (43).

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi membenarkan kejadian tersebut.

Fitrayadi menjelaskan, petugas piket kepolisian mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan mayat tanpa identitas sekitar pukul 09.15 Wita.

"Keterangan saudari LN awalnya sekitar pukul 08.00 Wita, ada seorang laki-laki yang hendak memesan perempuan untuk berhubungan badan.

Setelah itu saksi tersebut menemani korban tersebut di sebuah gubuk di depan hotel lorong Pura Agung Jalan Mekar Jaya Indah kota Kendari dengan maksud berhubungan badan," kata Fitrayadi dalam keterangan tertulisnya.

Ilustrasi mayat kakek ditemukan usai sewa PSK.
Ilustrasi mayat kakek ditemukan usai sewa PSK. (via Tribunnews.com)

Setelah korban dan saksi melakukan hubungan badan, korban tiba-tiba langsung kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri.

Ternyata, LT mengalami kejang-kejang lalu kemudian berakhir tewas.

Kemudian saksi LN menyampaikan kejadian tersebut ke warga sekitar.

Setelah itu, warga langsung menghubungi polisi.

"Kami mendatangi dan mengamankan TKP.

Kemudian melakukan olah TKP dan membawa mayat ke rumah sakit Bhayangkara Kendari serta melakukan penyelidikan," ujarnya.

Pihaknya juga menyita beberapa barang bukti di lokasi kejadian.

Di antaranya satu celana panjang warna silver yang berisikan uang sejumlah Rp333.000, satu bungkus rokok, satu buah korek gas warna merah, dan tiga buah kunci.

Lalu satu celana pendek warna hitam putih berisikan uang sebesar Rp3.900.000, satu buah celana dalam warna hijau, topi warna biru, kaca mata dan satu pasang sandal serta satu kain lap motif bunga.

Baca juga: MIRIS Demi Uang Rp 4 Ribu, Nenek Berusia 70 Tahun Masih Jadi PSK, Pelanggannya Anak SD : Udah Kendor

Kasus Lain: Nenek Berusia 70 Tahun Masih Jadi PSK, Pelanggannya Anak SD, Dibayar Rp 4 Ribu

Wawancara dokter Dewi Inong Inara baru-baru ini viral di media sosial.

Bukan tanpa sebab, dia menceritakan mengenai pekerja seks komersial yang ternyata tidak memandang umur.

Dikatakan dokter Dewi Inong Inara seorang lansia menjadi pekerja seks komersial (PSK) demi uang Rp 4 ribu.

Hal itu diceritakan dokter Dewi Inong Inara saat jadi bintang tamu di kanal YouTube Macan Idealis.

Dalam kesempatan itu, Dewi Inong Iriana mulanya menjelaskan mengenai pasien yang mengidap HIV karena memiliki hobi melakukan hal tak senonoh pada orang-orang tuna Susila.

Baca juga: SESAL Nenek Overprotektif, Tangan Cucu Jadi Bengkak, Terpaksa Harus Diamputasi Selamatkan Nyawa

Dokter Dewi Inong Iriana cerita mengenai seorang lansia yang jadi pekerja seks komersial.
Dokter Dewi Inong Iriana cerita mengenai seorang lansia yang jadi pekerja seks komersial.

“Laki-laki tuna Susila tuh di suatu taman di Jakarta Timur tuh,

Kalau malam berubah loh, jadi tempat itu loh.

Cobain sekali-sekali kalau mau," tutur Dokter Dewi Inong Inara.

"Di mana dok, taman mana?” tanya lawan bicara sang dokter.

"haha, taman mana nggak usah disebut dulu nanti aja dii belakang ini layar ya.

Mau kesana yuk kita, kalau perlu," jawab sang dokter.

Lebih lanjut sang dokter menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang lansia di daerah Jakarta.

Lansia yang berusia 70 tahun itu mengaku masih menjual diri.

Pelanggannya bukan orang dewasa, melainkan anak SD.

Yang lebih mencengangkan lagi, lansia tersebut memasang tarif mulai Rp 4 ribu.

"Oh ya itu ada loh nenek-nenek jualan miss V nya ya, karena kan buat orang dewasa udah nggak laku karena udah kendor gitu umur 70 an buat anak SD, untuk uang 4 ribu," ucapnya.

“Rp 4 ribu bayar oh my god, nenek-nenek umur 70 an jadi wanita tuna Susila karena mereka nggak ada siapa yang mengurus.

Oh my god ini pemda DKI perlu nonton," timpal lawan bicaranya.

“Bukan hanya DKI tempat lain DKI udah ada pendampingan di rumah lansia kita kemarin saya juga kan saya juga di kelompok studi demitologi griatry Indonesia.

Itu ada diambilin mereka terus ditaruh di situ. Kasih makan yakan," timpal sang dokter.

“Itu anak SD dateng gitu dok- kan, beneran anak SD itu dok?” tanya lawan bicara dokter Inong Inara.

“yakan pasti yang daerah situ kan menengah bawah tadi, yang keluarganya nggak sejahtera itu yang mereka kebingungnan kan mau cari apa enak apa nih cintanya ayah ibunya nggak ada ayah ibunya kerja melulu ibunya karena duit kurang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dokter Inong Inara menjelaskan adanya sejumlah perilaku sex menyimpang dari masyarakat mulai dari hubungan sejenis hingga nenek-nenek berusia 70 tahun menjajakan diri untuk anak-anak SD.

Menimbulkan sejumlah penyakit kelamin hingga degradasi moral anak muda dibawah umur.

Faktor lingkungan dan pola pengasuhan kedua orang tua menjadi salah satu hal yang turut berperan dalam terjadinya kasus menyimpang tersebut.

(*)

Artikel ini diolah dari TribunJatim

Tags:
PSKKendarikakekgubukcelanaberita viral hari ini
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved