Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Isi Pembelaan 5 Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J, Bharada E Merasa Diperalat dan Dibohongi

Pembelaan 5 terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo & Ricky Rizal minta maaf ke anak, Bharada E merasa diperalat.

Editor: ninda iswara
TribunTrends Kolase
Pembelaan 5 terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo & Ricky Rizal minta maaf ke anak, Bharada E merasa diperalat. 

TRIBUNTRENDS.COM - Lima terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah membacakan pledoi atau nota pembelaannya.

Pledoi tersebut mereka bacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Permintaan maaf hingga pembelaan soal kejadian pembunuhan mereka sampaikan dalam pledoi yang telah ditulis.

Terdakwa Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing-masing membacakan sendiri nota pembelaan yang disusun pribadi dan oleh kuasa hukumnya, Selasa (24/1/2023).

Sementara sidang pleidoi Putri Candrawathi dan Richard Eliezer digelar, Rabu (25/1/2023) kemarin.

Berikut perbandingan pembelaan masing-masing terdakwa.

Baca juga: Kalau Lama, Saya Ikhlas Pesan Bharada E ke Pacar, Minta Maaf ke Ayah yang Kehilangan Pekerjaan

Kuat Maruf bacakan nota pembelaannya
Kuat Maruf bacakan nota pembelaannya (YouTube Kompas TV)

1. Kuat Maruf

Kubu Kuat Ma’ruf membeberkan 14 poin dalam nota pembelaan atau pledoi mengenai tuntutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pledoi itu dibacakan oleh Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf.

Pertama, Kuat Maruf disebut hanyalah supir yang merangkap asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Kedua, tuduhan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua hanyalah majinasi picisan penuntut umum karena didasarkan pada alat bukti hasil pemeriksaan test poligraf dan tidak berkesesuaian dengan keterangan terdakwa dan saksi Susi yang menemukan saksi Putri Candrawathi tergeletak lemas dan tak berdaya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Korban,” kata kuasa hukum Kuat Maruf.

Ketiga, Kuat tidak memiliki motif pribadi atas terjadinya pembunuhan terhadap Yosua.

Hal ini berkesesuaian dengan keterangan Kuat dan saksi Daden Miftahul Haq sebab sebelum kejadian para ART dan ADC masih bersenda gurau di depan rumah Saguling.

“Empat, terdakwa tidak mengetahui adanya pengamanan senjata milik Korban yang dilakukan oleh saksi Ricky Rizal Wibowo. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Terdakwa,” paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved