Breaking News:

Berita Viral

Daftar Negara Mulai Hemat Energi, Korea Selatan hingga Indonesia Terapkan WFH dan Batasi Konsumsi

Krisis global picu negara-negara hemat energi, dari WFH hingga batasi penggunaan listrik rumah tangga.

Tayang:
Tribun Trends / Imaged by AI
ANTISIPASI KRISIS ENERGI - Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026). Pemerintah kini tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) terkait rencana kebijakan Work From Home (WFH) satu hari sepekan guna menekan konsumsi BBM nasional di tengah eskalasi krisis energi global. 

TRIBUNTRENDS.COM - Sejumlah negara di dunia mulai mengambil langkah penghematan energi di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampak dari konflik ini berimbas pada pasokan energi dunia, sehingga berbagai kebijakan efisiensi mulai diberlakukan.

Langkah yang diambil beragam, mulai dari pembatasan penggunaan kendaraan, pengurangan konsumsi listrik rumah tangga, hingga penerapan sistem kerja fleksibel seperti work from home (WFH). Beberapa negara bahkan mengatur kebiasaan sehari-hari masyarakat demi menekan konsumsi energi secara signifikan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis energi tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga mulai menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Korea Selatan Paling Agresif Ubah Perilaku Warga

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang mengambil langkah paling agresif. Presiden Lee Jae Myung menyerukan kampanye nasional penghematan energi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah mendorong perubahan perilaku sehari-hari, seperti memperpendek durasi mandi, mengatur waktu penggunaan mesin cuci dan vacuum cleaner, hingga mengisi daya ponsel dan kendaraan listrik pada waktu tertentu. Selain itu, lembaga publik juga diminta mengurangi penggunaan kendaraan operasional.

Tak hanya dari sisi konsumsi, Korea Selatan juga menyiapkan langkah strategis di sektor energi, termasuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir serta meningkatkan pemanfaatan energi alternatif. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi yang rentan terganggu.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi potensi krisis energi jangka panjang.

Indonesia Dorong WFH untuk Tekan Konsumsi BBM

Di Indonesia, pendekatan yang diambil masih tergolong moderat. Pemerintah tengah mengkaji kebijakan WFH satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), serta mendorong sektor swasta untuk menerapkan hal serupa.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi mobilitas harian pekerja yang berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Dengan berkurangnya perjalanan ke kantor, diharapkan beban energi nasional dapat ditekan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa WFH tidak akan diterapkan secara penuh. Skema yang dirancang tetap mempertimbangkan produktivitas kerja, sehingga hanya dilakukan pada waktu tertentu.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah awal sebelum kebijakan yang lebih luas diterapkan jika kondisi global semakin memburuk.

Eropa dan Asia Lain Gunakan Berbagai Strategi

Di kawasan Eropa, negara-negara anggota Uni Eropa memilih pendekatan berbasis insentif. Pemerintah memberikan subsidi energi, memotong pajak listrik, serta membantu industri agar tidak terdampak lonjakan harga.

Salah satu yang menonjol adalah Spanyol yang menyiapkan paket bantuan miliaran euro untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi domestik.

Sementara itu, negara-negara Asia seperti India, China, dan Pakistan juga mulai mengambil langkah pengamanan energi. Mulai dari pembatasan ekspor bahan bakar, peningkatan produksi energi domestik, hingga pengurangan fasilitas pemerintah.

Negara seperti Jepang dan Serbia turut meningkatkan penggunaan batu bara dan energi nuklir sebagai langkah darurat menghadapi tekanan pasokan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis energi global telah mendorong berbagai negara untuk beradaptasi dengan cara masing-masing. Baik melalui perubahan perilaku masyarakat, kebijakan fiskal, maupun strategi energi jangka panjang.

Tribun Jatim | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
Korea SelatanIndonesiaWFH
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved