Berita Viral
MPR Bantah Adanya Main Mata Juri dalam Final LCC 4 Pilar Kalbar, Polemik Murni Akibat Masalah Teknis
MPR bantah tudingan adanya keberpihakan dewan juri dalam polemik Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat 2026 yang viral
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- MPR membantah tudingan adanya keberpihakan dewan juri dalam polemik Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat 2026
- Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menyatakan polemik penilaian bukan disebabkan keberpihakan, melainkan diduga akibat kendala teknis seperti masalah sistem suara
- MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC
TRIBUNTRENDS.COM - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat terus bergulir dan memancing perhatian publik nasional.
Setelah video protes peserta viral di media sosial hingga berujung keputusan pengulangan final, kini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mulai buka suara terkait tudingan keberpihakan juri.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa polemik yang terjadi bukan disebabkan adanya unsur keberpihakan dewan juri kepada salah satu peserta.
Baca juga: Akhirnya Dicopot! Terungkap Alasan MPR Berhentikan Paksa Juri LCC yang Zalimi Siswi SMA 1 Pontianak
MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri
Dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026), Siti Fauziah membantah keras anggapan bahwa juri sengaja memenangkan pihak tertentu dalam final LCC Empat Pilar Kalbar.
“Tidak, tidak, tidak. Itu tidak ada. Kita selalu mencoba juri itu semuanya tidak ada keberpihakan, tidak ada jadi yang disampaikan itu clear tidak ada,” ujar Siti.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah publik ramai mempertanyakan objektivitas dewan juri usai jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah, sementara jawaban serupa dari tim lain justru dianggap benar dan mendapat poin penuh.
Disebut Terkendala Masalah Sound
Menurut Siti Fauziah, pihak MPR telah meminta klarifikasi langsung kepada dua juri yang bertugas dalam final tersebut.
Dari hasil penjelasan yang diterima, polemik penilaian disebut lebih disebabkan oleh kendala teknis selama perlombaan berlangsung, terutama masalah sistem suara atau sound.
“Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan. Yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi,” kata Siti.
Penjelasan ini memperkuat dugaan sebelumnya bahwa suara peserta tidak terdengar maksimal di meja dewan juri, meski terdengar jelas di area penonton dan siaran langsung.
MPR Janji Evaluasi Total
Akibat polemik yang terlanjur meluas, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.
“Jadi kita akan evaluasi semua tadi disampaikan oleh Pak Ketua bahwa kita akan mengevaluasi semuanya,” pungkas Siti.
Evaluasi itu disebut mencakup:
sistem penilaian, mekanisme verifikasi jawaban, tata kelola keberatan peserta, hingga aspek teknis seperti perangkat audio dan komunikasi juri.
Baca juga: MPR Putuskan Final LCC Kalbar Diulang, Pemprov Justru Usul SMA 1 Pontianak Langsung Lolos ke Jakarta
Final Kalbar Diputuskan Diulang
Sumber: TribunTrends.com
| Belum Lulus Sekolah, Masa Depan Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak Dijamin Langsung Ketua Komisi II DPR |
|
|---|
| Tak Muncul, Tidak Ada Permintaan Maaf Langsung Juri LCC 4 Pilar Kalbar, Sekjen MPR: Diwakili Lembaga |
|
|---|
| Sekjen MPR 'Salahkan' Sound System, Biang Kerok Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar, Kendala Teknis |
|
|---|
| MPR Putuskan Final LCC Kalbar Diulang, Pemprov Justru Usul SMA 1 Pontianak Langsung Lolos ke Jakarta |
|
|---|
| Tidak Menyangka Momen Cerdas Cermat Bakal Viral, Josepha Alexandra Kini Berterimakasih pada Netizen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kronologi-LCC-4-Pilar-Tuai-Kritik-MPR-RI-Minta-Maaf.jpg)