Berita Viral
Telan Rp 582 Miliar, Viaduk di Spanyol Kembali Retak Tak Lama Setelah Diperbaiki
Baru selesai diperbaiki dengan dana ratusan miliar, viaduk utama ini kembali bermasalah dan memicu penutupan total jalur tol.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah viaduk jalan raya di Provinsi Granada, Spanyol, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan retakan besar pada badan jalannya, meski sebelumnya telah menjalani proyek perbaikan bernilai fantastis. Retakan selebar sekitar 30 sentimeter itu terdeteksi di Viaduk Rules yang berada di ruas tol A-44, tepatnya di kilometer 173 jalur Granada menuju Costa Tropical. Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena berpotensi membuat roda kendaraan terperosok ke dalam celah.
Retakan Ditemukan, Jalur Langsung Ditutup
Temuan kerusakan itu membuat otoritas setempat mengambil langkah cepat dengan menutup sebagian jalur menuju Motril. Awalnya, sempat muncul wacana pemberlakuan lalu lintas terbatas dengan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. Namun, opsi tersebut dibatalkan lantaran risiko kecelakaan dinilai terlalu tinggi. Petugas Guardia Civil bersama tim pemeliharaan jalan akhirnya menutup jalur terdampak dan memulai perbaikan darurat di lokasi.
Keputusan lebih tegas kemudian diambil dengan menutup penuh ruas tol A-44 di kedua arah, tepatnya antara simpang 167 Izbor hingga simpang 175 Velez de Benaudalla. Penutupan total diberlakukan mulai 14 Januari hingga 27 Februari 2026. Selama periode ini, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan nasional N-323 yang terhubung dengan A-346 untuk mengurangi gangguan perjalanan pengguna jalan.
Proyek Mahal yang Sudah Pernah Bermasalah
Sebelum retakan terbaru muncul, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 29,2 juta euro atau sekitar Rp 582 miliar untuk memperbaiki viaduk tersebut. Pekerjaan dimulai pada September 2025 setelah ditemukan masalah ketidakstabilan lereng di sisi selatan waduk Rules yang memengaruhi struktur jembatan. Bahkan, saat itu ruas jalan sepanjang 10 kilometer sempat ditutup total demi keselamatan pekerja dan pengguna jalan.
Proyek perbaikan dilakukan secara intensif dengan sistem kerja 24 jam, termasuk pada akhir pekan. Setelah pekerjaan utama dinyatakan rampung, lalu lintas sempat direncanakan kembali normal tanpa pembatasan, termasuk saat menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. Namun, rencana itu buyar setelah munculnya retakan baru di badan jalan.
Penyebab Masih Diselidiki
Dalam pernyataan resmi Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol, penyebab pasti munculnya retakan belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada pergerakan tanah atau dampak hujan deras yang memicu penurunan struktur. Pengendara pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan.
Kasus ini memicu perhatian luas publik karena terjadi tidak lama setelah proyek perbaikan bernilai besar selesai dikerjakan. Munculnya kerusakan kembali menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, ketahanan struktur, serta efektivitas penggunaan anggaran besar untuk infrastruktur vital.
Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad
Sumber: TribunTrends.com
| Mobil Dinas Tabrak Anak-anak SD Sukaratu 5 yang Tengah Jajan Saat Istirahat, Satu Siswa Meninggal |
|
|---|
| 'Zaman Secanggih Gini Kecelakaannya Kok Gitu'?, Pertanyaan Ayah Mendiang Nur Ainia ke Dirut KAI |
|
|---|
| CCTV Rusak di Kasus Bayi Tertukar RSHS Bandung, Ada Kelalaian Perawat yang Gunting Gelang Identitas |
|
|---|
| KAI Buka Posko Informasi untuk Korban yang Butuh Pendampingan Lanjutan, Bisa Klaim Reimbursement |
|
|---|
| Sosok Nurlela, Guru yang Jadi Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Buat Gerakan Literasi di Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Jembatan-Teluk-Kendari-yang-menjadi-ikon-Kendari-ibu-kota-Provinsi-Sulawesi-Tenggara.jpg)