Breaking News:

Berita Viral

Mobil Hadiah Jalan Sehat Belum Diserahkan, EO Sebut Perusahaan Bukan Miliknya

Pemenang mobil dalam acara jalan sehat mengaku belum menerima hadiah. Pihak EO berdalih nama perusahaan hanya dipinjam dan masih menunggu kejelasan.

Tayang:

TRIBUNTRENDS.COM - Pihak event organizer (EO) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam penyelenggaraan jalan sehat HUT ke-80 RI akhirnya angkat bicara terkait hadiah mobil Honda Brio yang belum diterima pemenang hingga berbulan-bulan.

Kasus ini mencuat setelah Yulia Nurul, warga Kabupaten Cilacap yang berdomisili di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas, mengeluhkan hadiah utama berupa mobil Honda Brio yang hingga kini belum juga ia terima, meski telah dinyatakan sebagai pemenang sejak Agustus 2025.

Acara jalan sehat tersebut digelar di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, pada 24 Agustus 2025. Namun hingga Februari 2026 atau hampir enam bulan berlalu, mobil yang dijanjikan tak kunjung diserahkan kepada pemenang.

Belakangan terungkap, hadiah tersebut belum diberikan karena pihak EO belum melunasi pembayaran mobil ke diler. Dana yang seharusnya digunakan untuk membeli kendaraan itu diduga dibawa kabur oleh salah satu karyawan EO.

Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut, nama perusahaannya hanya digunakan oleh pihak lain untuk menggelar acara.

Baca juga: Bayar Tiket Jalan Sehat Rp250 Ribu, Yulia Menang Mobil tapi Tak Kunjung Diserahkan

“Awalnya dikenalkan oleh kawan. Dia bilang hanya meminjam nama perusahaan dan menjanjikan ada investor Rp150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada kejelasan apa pun,” ujar Najmudin saat dihubungi, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Kompas.com.

Najmudin menjelaskan, sebagai pemilik perusahaan ia hanya terlibat dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Banyumas. Sementara seluruh teknis pelaksanaan acara dikerjakan oleh pihak yang meminjam nama perusahaannya.

“Saya sebagai pemilik perusahaan memang tanda tangan MoU. Tapi rekrutmen panitia dan pelaksana semua dari mereka. Saya hanya datang saat hari H,” jelasnya.

Kecurigaan mulai muncul ketika laporan keuangan yang disampaikan oleh pelaksana dinilai tidak transparan.

“Laporan keuangannya tidak jelas,” kata Najmudin.

Ia mengaku sempat meminta pihak pelaksana menandatangani surat pernyataan sebagai penanggung jawab acara ketika mulai muncul kejanggalan, namun permintaan itu ditolak.

“Sudah mulai meragukan, saya minta dibuatkan surat pernyataan, tapi tidak mau tanda tangan,” ujarnya.

Najmudin menegaskan, tidak ada dana hasil penyelenggaraan jalan sehat yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya.

“Tidak ada aliran dana ke rekening perusahaan atau pribadi saya. Semua transaksi tidak melalui kami,” tegasnya.

Ia juga menyatakan tidak mengetahui proses kerja sama antara panitia dengan pihak diler Honda terkait pembelian mobil hadiah.

Halaman 1/2
Tags:
hadiahmobiljalan sehat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved