Berita Viral
Deretan Bantuan yang Diterima Pedagang Es Gabus yang Difitnah Aparat, Termasuk Uang dari Gibran!
Momen paling mengharukan terjadi saat Aisar Khaled memberikan hadiah umrah dan uang tunai pecahan Rp50 ribu sebanyak 50 lembar
Donny menambahkan bahwa Suderajat menyambut bantuan itu dengan gembira karena sangat membutuhkan sarana untuk kembali berdagang.
Deretan bantuan ini diharapkan dapat memulihkan kondisi Suderajat, baik secara ekonomi maupun psikologis.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Suderajat diharapkan dapat kembali berdagang dengan tenang tanpa dihantui stigma negatif dari peristiwa viral sebelumnya.
Baca juga: Fitnah Pedagang Es Gabus Jualan Pakai Spons, Serda Heri Dihukum Berat: Ditahan 21 Hari!
Kronologi kasus Suderajat, pedagang es gabus dituduh pakai spons
Suderajat (49), pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah dituduh menggunakan bahan baku spons untuk dagangannya.
Tuduhan awal berasal dari warga yang menganggap tekstur es gabus berpori dan kenyal tidak lazim.
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, seorang warga di Utan Panjang III, Kemayoran, melaporkan dugaan penjualan makanan berbahaya melalui Call Center 110.
Laporan itu segera ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan memeriksa sampel es kue gabus untuk memastikan keamanan pangan.
Dalam video yang sempat viral, tampak dua pria berseragam TNI dan Polri menuding Suderajat menjual es berbahan spons.
Salah satu pria yang mengenakan kaos bertuliskan polisi menjelaskan sambil memegang es bahwa bahan kue sudah diganti spons dan bisa meleleh saat dibakar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan laporan itu diterima pada hari yang sama.
Anggota Reskrim Polsek Kemayoran langsung mendatangi lokasi pedagang di Utan Panjang untuk menindaklanjuti laporan.
Barang dagangan Suderajat diamankan untuk diuji lebih lanjut oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses tidak mengandung bahan berbahaya.
Untuk memastikan hasil resmi, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri.
Polisi juga menyelidiki pabrik rumahan es jadul milik Suderajat di Depok, Jawa Barat, dan tetap tidak menemukan penggunaan spons atau busa.
Sumber: TribunTrends.com
| Motif Utama Kasus Daycare Litte Aresha Karena Faktor Ekonomi, 13 Orang Terancam 8,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Total Anak yang Ada di Daycare Little Aresha Ada 103, Semua Akan Dapat Pendampingan Psikososial |
|
|---|
| Polemik Kursi Pijat Rudy Masud, Sekda Kaltim Klarifikasi Harganya Tak 125 Juta Tapi 'Hanya' 47 Juta |
|
|---|
| 'Semakin Banyak Anak yang Masuk Makin Untung', Motif Daycare Little Aresha, 1 Pengasuh Urus 10 Bocah |
|
|---|
| Awal Mula Daycare Little Aresha Terbongkar, Eks Karyawan Tak Tega & Lapor Polisi, 30 Orang Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/KASUS-ES-GABUS-Suderajat-pedagang-es-gabus-yang-dituduh-menggunakan-spons-Selasa-2712026.jpg)