Berita Viral
Profil Nur Aini, Guru ASN Curhat Jarak Jauh saat Mengajar Berujung Pemecatan, Respon Bupati Pasuruan
Nur Aini, guru yang awalnya meminta keadilan untuk mengajar lebih dekat dari rumahnya, kini kehilangan statusnya sebagai ASN, ini respon Bupati.
Penulis: Sinta Darmastri
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Nur Aini (38), seorang guru asal Bangil yang kini harus kehilangan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Keberanian Nur Aini memviralkan kisahnya didasari oleh satu keinginan, keadilan berupa perpindahan tugas agar lebih dekat dengan rumah
- Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, akhirnya angkat bicara, meminta masyarakat untuk melihat kasus ini secara utuh dan tidak langsung terprovokasi oleh satu sisi cerita
TRIBUNTRENDS.COM - Nasib malang menimpa Nur Aini (38), seorang guru asal Bangil yang kini harus kehilangan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namanya sempat mencuat dan viral setelah video curhatannya mengenai beratnya perjuangan menuju tempat mengajar di SDN II Mororejo tersebar luas di media sosial.
Namun, alih-alih mendapatkan mutasi yang diharapkan, Nur Aini justru dijatuhi sanksi pemberhentian.
Perjalanan Melelahkan di Kaki Bromo Setiap hari, Nur Aini harus menaklukkan medan ekstrem menuju wilayah pegunungan di kaki Gunung Bromo.
Tinggal di Kecamatan Bangil, ia harus berkendara puluhan kilometer menuju Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Dalam sebuah unggahan video di akun TikTok milik praktisi hukum Cak Sholeh, Nur Aini merinci betapa berat beban fisik dan materi yang ia tanggung.
"Di Bangil, Pak. 57 km, Pak. Setengah 6 pagi. Setengah 8 lebih, Pak. Inggih. Di sana masuknya jam 8, Pak. Iya. Kadang ojek Pak, kadang diantar suami," ujar Nur Aini saat menggambarkan rutinitasnya kepada Cak Sholeh.
Jika dihitung, perjalanan pulang-pergi yang ditempuh mencapai 114 kilometer setiap harinya.
Baca juga: Nasib Pilu Guru Nur Aini, Berharap Keadilan Soal Jarak Mengajar, Berujung Kehilangan Status ASN
Cak Sholeh bahkan menyoroti ketimpangan antara biaya transportasi dan pendapatan yang diterima.
"Teman-teman, ini betul-betul perjuangan seorang guru. 57 kilo berarti setiap hari pulang pergi itu 100 kilo lebih. Gajinya enggak sepiro seorang guru ini. Kalau gojek per hari habis 135 ribu, gajinya nggak sampai 3 juta padahal. Iya, habis hanya untuk Gojek," ungkap Cak Sholeh dalam video yang telah disaksikan ratusan ribu kali tersebut.
Keberanian Nur Aini memviralkan kisahnya didasari oleh satu keinginan, keadilan berupa perpindahan tugas agar lebih dekat dengan rumah.
"Kulo ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya dekat," tuturnya penuh harap.
Namun, di balik isu jarak, muncul persoalan lain yang lebih pelik. Nur Aini mengeklaim adanya dugaan rekayasa daftar hadir oleh pihak sekolah yang menyebabkannya dianggap mangkir. Laporan inilah yang kemudian menyeretnya ke pemeriksaan Inspektorat.
"Karena absen saya itu dibolong-bolongi Pak, direkayasa sama kepala sekolah, sehingga absen saya alfa. Iya, Pak, dipanggil Inspektorat. Inggih, Pak," akunya.
Baca juga: Mahasiswi UMM di Pasuruan Ditemukan Tewas, Dibunuh Oknum Polisi, Ternyata Kakak Ipar, Dugaan Motif
Klarifikasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Sumber: TribunTrends.com
| Punya Kenalan Polisi, Anak Bos Kapal di Banyuwangi Tak Takut Dilaporkan Usai Cabuli Gadis 15 Tahun |
|
|---|
| Pengakuan Mantan Pekerja Ponpes Soal Kelakuan Kiai Ashari, Ritual Nyeleneh Akhirnya Tebongkar |
|
|---|
| Supir Truk Tangki yang Meninggal Kecelakaan Jalinsum Baru Kerja Usai Seminggu Libur, Pekerja Keras |
|
|---|
| Myta Dokter Magang Unsri Tidak Mendapat Libur, Hari Minggu Disuruh Masuk untuk Mengecek Bangsal |
|
|---|
| Sumpah Kiai Ashari Pati yang Membuat KS Akhirnya Beri Bantuan: Demi Allah Saya Tidak Zina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nur-Aini-guru-SDN-Mororejo-II-Tosari-Kabupaten-Pasuruan-yang-viral.jpg)