Berita Kriminal
Mahasiswi UMM di Pasuruan Ditemukan Tewas, Dibunuh Oknum Polisi, Ternyata Kakak Ipar, Dugaan Motif
Faradila Amalia Najwa (21), mahasiswi UMM meninggal dunia secara tragis, dibunuh kakak ipar yang seorang polisi, ini permasalahannya.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21), yang meninggal dunia secara tragis.
- Bripka AS, seorang oknum anggota Polri yang bertugas di Provos Polsek Krucil, ditetapkan sebagai terduga pelaku pembunuhan.
- Bripka AS, seorang oknum anggota Polri yang bertugas di Provos Polsek Krucil, sebagai terduga pelaku pembunuhan.
TRIBUNTRENDS.COM - Tragedi menimpa seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21), yang meninggal dunia secara tragis, mengguncang publik di Jawa Timur.
Polisi kemudian menetapkan Bripka AS, seorang oknum anggota Polri yang bertugas di Provos Polsek Krucil, sebagai terduga pelaku pembunuhan.
Fakta ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat pelaku ternyata merupakan kakak ipar korban sendiri.
Peristiwa memilukan ini tidak hanya meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga Faradila, tetapi juga menimbulkan sorotan tajam terhadap institusi kepolisian, karena pelakunya berasal dari aparat penegak hukum.
Mengenai motif di balik tindakan keji ini, pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa dugaan kuat mengarah pada konflik keluarga dan persoalan harta.
Baca juga: Ulah Alham Bikin Runyam, Sopir Ambulans Tolak Bawa Ibu Dibunuh Anaknya ke RS, Dibohongi Suami Korban
Sosok Korban: Mahasiswi Muda yang Pendiam dan Penyayang
Faradila Amalia Najwa, akrab disapa FAN, merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semester dua.
Ia lahir pada 15 April 2004 dan tercatat sebagai warga Dusun Taman, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Korban adalah anak bungsu dari pasangan H. Ramlan (60) dan Siti (52).
Ia memiliki dua kakak, yakni Yanu (36) dan Husna (34).
Husna diketahui merupakan istri sah dari Bripka AS, terduga pelaku pembunuhan.
Menurut keterangan keluarga dan orang-orang terdekat, FAN dikenal sebagai pribadi pendiam, perhatian, namun pemberani.
Ia jarang keluar rumah jika sedang berada di Probolinggo, kecuali untuk keperluan mendesak seperti membeli kebutuhan sehari-hari.
“Orangnya pendiam, tapi sangat perhatian. Kalau saya antar atau jemput dia, selalu nanya saya sudah makan apa belum,” ujar Samsul (40), sopir pribadi keluarga korban.
Hubungan Keluarga yang Tidak Harmonis
Keluarga korban mengungkapkan bahwa hubungan antara FAN dengan Bripka AS sejak lama tidak harmonis.
Bahkan, hubungan Bripka AS dengan kakak sulung korban juga disebut penuh ketegangan.
| Temuan Mayat Pria Termutilasi di Freezer Ayam Geprek, Motor & Uang Hilang, Diduga Dibunuh Karyawan |
|
|---|
| Sebelum Dibunuh, Cucu Mpok Nori Cekcok dengan Eks Suami, Sampai Panggil Polisi, Pelaku Ambil Pisau |
|
|---|
| Cemburu, Mantan Suami Bunuh Cucu Mpok Nori, Pelaku Sempat Ingin Akhiri Hidup, Panik Eks Istri Tewas |
|
|---|
| Tampang Pembunuh Ermanto Usman di Bekasi, Polisi Masih Dalami Motifnya, Ada Peran Orang Dalam? |
|
|---|
| Rekam Jejak Ermanto Usman, 2 Kali Dipecat karena Terlalu Vokal Bela Buruh, Tewas Diduga Dibunuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Potret-semasa-hidup-FAN-21-mahasiswi-asal-Probolinggo-Jawa-timur-dibunuh-polisi-kakak-ipar.jpg)