Breaking News:

Berita Viral

Surabaya Memanas! Ratusan Bonek dan Ojol Dukung Nenek Elina, Singgung Ormas Premanisme: Usut Tuntas!

Ratusan massa melakukan demonstrasi pernyataan sikap atas dugaan tindak premanisme yang menimpa Nenek Elina.

Tayang:
Penulis: Amir M
Editor: Amir M
Kompas.com/AZWA SAFRINA
RUMAH NENEK ELINA - Wakil Walikota Surabaya Armuji melakukan sidak atas kasus viral seorang nenek asal Surabaya, Elina Wijayanti (80) yang rumahnya dirobohkan secara paksa, Rabu (25/12/2025). 

Massa aksi juga mendesak pemerintah dan kepolisian agar bersikap lebih tegas dalam menangani praktik premanisme di Surabaya, khususnya terkait kasus pembongkaran rumah nenek Elina.

Ia menegaskan bahwa aksi lanjutan akan kembali digelar apabila aparat penegak hukum dinilai tidak mengambil langkah tegas.

Unjuk rasa tersebut berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung dengan tertib.

“Tidak segera tindak tegas oleh pihak kepolisian, tidak naik statusnya menjadi tersangka, maka jangan salah, arek-arek Surabaya akan bertindak sendiri,” tegasnya.

Baca juga: Nasib Nenek di Surabaya yang Rumahnya Dirobohkan Ormas dan Diusir Paksa: Minta Ganti Rugi

RUMAH NENEK ELINA - Potret nenek Elina Widjajati yang viral usai dirobohkan oleh sekelompok orang, Rabu (24/12/2025).
RUMAH NENEK ELINA - Potret nenek Elina Widjajati yang viral usai dirobohkan oleh sekelompok orang, Rabu (24/12/2025). (Kompas.com/AZWA SAFRINA)

Kronologi kasus nenek ELina

Kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, sebelumnya membeberkan proses pembongkaran paksa rumah kliennya. 

“Kurang lebih ada 20 sampai 30 orang yang datang dan melakukan pengusiran secara paksa.

Ini jelas eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan,” kata Wellem dikutip dari KOMPAS.COM, Sabtu (27/12/2025).

Kejadian tersebut berlangsung pada siang hari ketika Elina menolak keluar dari rumahnya.

Dalam proses pengosongan, Elina disebut ditarik dan diangkat secara paksa oleh empat hingga lima orang.

Saat itu, di dalam rumah terdapat sejumlah penghuni lain, termasuk seorang balita berusia lima tahun, bayi berusia satu setengah bulan, seorang ibu, serta lansia lainnya.

“Korban ditarik, diangkat, lalu dikeluarkan dari rumah. 

Ada saksi dan videonya. 

Nenek ini sampai bibirnya berdarah,” papar Wellem.

Setelah seluruh penghuni dikeluarkan, rumah tersebut dipalang dan tidak diperbolehkan lagi untuk dimasuki.

Beberapa hari berselang, alat berat didatangkan untuk merobohkan bangunan, sementara barang-barang di dalam rumah diangkut menggunakan kendaraan pikap tanpa persetujuan penghuni.

Halaman 2/3
Tags:
SurabayaElina
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved