Breaking News:

Berita Viral

Surabaya Memanas! Ratusan Bonek dan Ojol Dukung Nenek Elina, Singgung Ormas Premanisme: Usut Tuntas!

Ratusan massa melakukan demonstrasi pernyataan sikap atas dugaan tindak premanisme yang menimpa Nenek Elina.

Penulis: Amir M
Editor: Amir M
Kompas.com/AZWA SAFRINA
RUMAH NENEK ELINA - Wakil Walikota Surabaya Armuji melakukan sidak atas kasus viral seorang nenek asal Surabaya, Elina Wijayanti (80) yang rumahnya dirobohkan secara paksa, Rabu (25/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kasus pembongkaran paksa rumah nenek Elina Wijayanti (80) di Surabaya memicu aksi solidaritas ratusan warga dari Bonek, komunitas ojol, dan ormas di Taman Apsari pada Jumat (26/12/2025). 
  • Massa menuntut pengusutan hukum atas pengusiran paksa, pembubaran ormas premanistik beridentitas kesukuan, serta pengetatan izin ormas oleh pemerintah. 
  • Mereka juga mendesak aparat tegas dan menyatakan akan kembali beraksi jika tidak ada tindakan hukum jelas.

TRIBUNTRENDS.COM - Nasib malang nenek Elina Wijayanti di Surabaya membuat ratusan massa dari bonek, komunitas ojek online (ojol), dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Surabaya bersimpati.

Sebelumnya, viral kasus pembongkaran rumah nenek Elina oleh sekelompok orang, diduga organisasi masyarakat (ormas) tertentu.

Ia disebut dipaksa meninggalkan rumah yang berlokasi di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Ratusan massa kemudian melakukan demonstrasi pernyataan sikap atas dugaan tindak premanisme yang menimpa Nenek Elina.

Aksi unjuk rasa itu digelar di Taman Apsari, Surabaya, pada Jumat (26/12/2025). 

Demonstrasi ini merupakan respons atas kasus pembongkaran paksa rumah milik nenek ELina yang diduga melibatkan organisasi masyarakat Madas (Madura Asli).

Mengutip Kompas.com, sekitar pukul 13.00 WIB ratusan massa dari berbagai aliansi masyarakat mulai berdatangan ke lokasi aksi dengan mengenakan pakaian serba hitam.

Sepanjang kegiatan, unjuk rasa berlangsung dengan tertib.

Massa aksi terlihat berkumpul membentuk lingkaran besar yang memenuhi area Taman Apsari.

“Hari ini teman-teman dari semua unsur masyarakat Surabaya, arek-arek Surabaya asli, menyatakan sikap atas dari banyak tindakan ulah premanisme ormas-ormas ini,” ucap koordinator aksi, Purnama.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama.

Pertama, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pengusiran paksa dan tindakan main hakim sendiri dalam kasus pembongkaran rumah nenek Elina, serta menuntut pihak yang terlibat bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang ditimbulkan.

Kedua, massa meminta pembubaran organisasi masyarakat yang diduga bertindak premanistik dan menggunakan identitas kesukuan, karena dinilai mencoreng citra kelompok tertentu.

Ketiga, pemerintah pusat didesak memperketat pemberian izin pendirian ormas guna mencegah persepsi negatif dan sentimen buruk di tengah masyarakat, khususnya warga setempat.

“Ormas-ormas yang berkesukuan itu tugasnya memberi manfaat, menjaga adat, bukan sebagai sarana wadah premanisme seperti ini,” tegasnya.

Halaman 1/3
Tags:
SurabayaElina
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved