Breaking News:

Berita Viral

Suami Pernah Larang, Tapi Istri Nekat: PSK Sidrap Tewas Dihabisi Klien, Open BO Berakhir Duka

Polisi terus mendalami kasus pembunuhan terhadap seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) berinisial MKP (34), keluarga ungkap fakta mengejutkan.

Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/Istimewa
OPEN BO DIBUNUH - Keluarga bongkar fakta mengejutkan mengenai pekerja seks komersial (PSK) berinisial MKP (34) yang tewas dihabisi klien, polisi terus mendalami kasus pembunuhan yang terjadi di Sidrap. Foto diolah pada 15 September 2025. 

Namun Yunus tak langsung datang. Ia meminta pertemuan dijadwalkan setelah Magrib, lantaran masih berada di rumahnya di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Sementara MKP menunggu di Wisma Dua Pitue, Kabupaten Sidrap.

Senja menjelang, langit berubah temaram. MKP sempat menduga Yunus batal datang. Namun tepat pukul 19.00 Wita, teleponnya kembali berdering. 

Yunus mengabari dirinya sedang dalam perjalanan, sekaligus meminta sesuatu yang aneh: ia minta dipesankan soto ayam.

“Pada saat itu pelaku juga meminta dipesankan makanan berupa soto ayam. Jadi makanan yang datang (dalam rekaman CCTV) itu merupakan pesanan dari tersangka,” jelas Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong.

OPEN BO DIBUNUH – Tampang Yunus, pelaku pembunuhan wanita di Wisma Sidrap, saat diamankan di Mapolres Sidrap, Jumat (12/9/2025). Terungkap alasan sebenarnya Yunus (31) nekat bunuh teman kencannya, MKP (34), di satu kamar wisma di Sidrap, Sulawesi Selatan, padahal suami korban ada di luar kamar.
OPEN BO DIBUNUH – Tampang Yunus, pelaku pembunuhan wanita di Wisma Sidrap, saat diamankan di Mapolres Sidrap, Jumat (12/9/2025). Terungkap alasan sebenarnya Yunus (31) nekat bunuh teman kencannya, MKP (34), di satu kamar wisma di Sidrap, Sulawesi Selatan, padahal suami korban ada di luar kamar. (TribunTimur/Rachmat)

Tak lama, sekitar 20 menit kemudian, Yunus tiba. MKP menyambut kedatangannya, sementara sang suami berinisial AD yang ikut menemaninya di wisma diminta keluar untuk membeli makanan pesanan Yunus.

Di kamar nomor 1, MKP dan Yunus pun memulai kencan singkat itu. Namun suasana berubah tegang saat pukul 19.40 Wita, AD kembali mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan dengan dalih sebagai kurir.

Di dalam kamar, hubungan intim masih berlangsung. MKP berteriak agar suaminya menunggu.

“Tunggu, tunggu, tunggu!” suara MKP terdengar jelas dari balik pintu.

Sekitar 30 menit kemudian, Yunus selesai. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara MKP keluar menerima pesanan makanan. 

Saat itulah ia berbisik kepada AD bahwa tamunya bertingkah aneh.

“Minta tolongka di depan pintu masukki dulu karena saya melihat ini tamuku rese, seperti mau kabur,” ujar MKP kepada suaminya, sebagaimana dibacakan AKBP Fantry.

AD pun menuruti, memindahkan kursinya lebih dekat ke kamar, waspada jika benar ada gelagat buruk.

Ketegangan memuncak ketika Yunus keluar dari kamar mandi dan menuntut sisa waktu 25 menit untuk kembali berhubungan intim. MKP menolak, kecuali Yunus mau membayar terlebih dahulu.

Saling tuding pun pecah. Yunus menawar hanya Rp300 ribu, separuh dari tarif awal. MKP menolak keras. 

Halaman 3/4
Tags:
PSKSidrapopen BO
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved