Iran vs AS
Iran Rilis Daftar Negara yang Boleh Lintasi Selat Hormuz, Kemenlu RI Bongkar Progres Kapal Pertamina
Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintas di Selat Hormuz, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintas di Selat Hormuz
- Negara seperti China, India, Rusia, Malaysia, Korea Selatan, Mesir, Pakistan, dan Thailand mendapat izin
- Pemerintah Indonesia tengah berkoordinasi dengan Iran untuk aspek teknis agar kapal Pertamina bisa melintas
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah memanasnya tensi geopolitik global, sebuah jalur laut sempit namun krusial kembali menjadi pusat perhatian dunia. Selat Hormuz urat nadi distribusi energi internasional berubah menjadi panggung tarik-menarik kepentingan antara kekuatan besar.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, langkah Iran membuka akses terbatas bagi sejumlah negara menghadirkan dinamika baru yang sarat makna strategis dan ekonomi.
Kebijakan Selektif di Tengah Konflik Memuncak
Iran mengumumkan daftar negara yang dianggap “bersahabat” dan diizinkan melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan global.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, yang turut berdampak pada stabilitas energi dunia.
Baca juga: 7 Negara di Asia Tercekik Krisis BBM, Lumpuh Imbas Perang Iran, Transportasi Terganggu, Indonesia?
Sebelumnya, Teheran sempat menutup seluruh akses pelayaran di selat tersebut.
Namun, dalam perkembangan terbaru, Iran mulai melonggarkan kebijakan tersebut dengan memberikan izin terbatas kepada negara tertentu untuk tetap menjalankan aktivitas ekspor. Kebijakan ini dilaporkan oleh media Inggris, Express, pada Jumat (27/3/2026).
Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menunda ancamannya untuk menghancurkan fasilitas energi Iran sebagai respons atas situasi tersebut.
Dampak Global: Energi dan Ekonomi dalam Tekanan
Ketegangan ini tidak hanya menjadi konflik regional, tetapi juga mengguncang stabilitas pasar global.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia diketahui melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan sekecil apa pun di jalur ini langsung memicu lonjakan harga energi.
Dalam konteks ini, Iran bahkan dituding “menyandera ekonomi global” dengan membatasi akses hanya kepada negara-negara tertentu, menciptakan tekanan tambahan bagi negara yang bergantung pada jalur tersebut.
Strategi Iran: Seleksi Ketat dan Syarat Berlapis
Selat Hormuz, yang sempat ditutup total di awal konflik, kini dibuka secara selektif. Hanya kapal dari negara tertentu yang diizinkan melintas dengan syarat mengibarkan bendera masing-masing serta memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Iran menegaskan, Selat Hormuz pada dasarnya tetap terbuka bagi semua negara, kecuali Amerika Serikat dan sekutunya.
Dalam surat kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional pada Selasa (24/3/2026), Iran menyatakan kapal-kapal non-musuh termasuk yang dimiliki atau terkait negara lain tetap dapat melintas dengan aman.
Izin tersebut diberikan dengan sejumlah syarat ketat: kapal tidak boleh terlibat atau mendukung aksi agresi terhadap Iran, wajib mematuhi standar keselamatan dan keamanan, serta harus berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Baca juga: Hacker Pro-Iran Bikin AS Kelimpungan, Data Pribadi Bos FBI Berhasil Diretas, Disebar ke Telegram
Negara-Negara yang Diizinkan Melintas
Sumber: TribunTrends.com
| Iran Rilis Daftar Negara yang Boleh Lintasi Selat Hormuz, Kemenlu RI Bongkar Progres Kapal Pertamina |
|
|---|
| Hacker Pro-Iran Bikin AS Kelimpungan, Data Pribadi Bos FBI Berhasil Diretas, Disebar ke Telegram |
|
|---|
| 7 Negara di Asia Tercekik Krisis BBM, Lumpuh Imbas Perang Iran, Transportasi Terganggu, Indonesia? |
|
|---|
| Kemenlu RI Konfirmasi Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Pertamina, Tapi Operasional Masih Terganjal |
|
|---|
| Sosok Ebrahim Zolfaghari, Jenderal Militer Iran Ejek Trump, Sebut Amerika Sebenarnya Sudah Kalah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Dua-kapal-Pertamina-Indonesia-masih-tertahan-di-Selat-Hormuz.jpg)