Iran vs AS
Hacker Pro-Iran Bikin AS Kelimpungan, Data Pribadi Bos FBI Berhasil Diretas, Disebar ke Telegram
Handala Hack Team mengaku berhasil meretas email pribadi Kash Patel sebagai aksi balasan atas penyitaan domain mereka oleh FBI
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Handala Hack Team mengaku berhasil meretas email pribadi Kash Patel sebagai aksi balasan atas penyitaan domain mereka oleh FBI
- Meski mengaku sebagai aktivis pro-Palestina, kelompok ini dinilai oleh pihak Barat sebagai bagian dari operasi siber pemerintah Iran
- Sekitar 300 email dan dokumen pribadi disebut telah dibocorkan ke publik
TRIBUNTRENDS.COM - Serangan siber kembali memanas di tengah tensi geopolitik global. Kali ini, kelompok peretas yang menamakan diri Handala Hack Team mengklaim telah membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
Aksi ini disebut sebagai bentuk balasan atas tindakan otoritas Amerika Serikat terhadap infrastruktur digital mereka.
Klaim Peretasan dan Isi Data yang Bocor
Kelompok Handala menyatakan berhasil menembus sistem yang selama ini dianggap sangat kuat.
"Sistem FBI yang konon tak tertembus telah dilumpuhkan dalam hitungan jam oleh tim kami," tulis mereka.
Mereka juga mengklaim telah menguasai berbagai data pribadi milik Kash Patel, mulai dari email, percakapan, dokumen, hingga file yang disebut bersifat rahasia.
Baca juga: Kemenlu RI Konfirmasi Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Pertamina, Tapi Operasional Masih Terganjal
Sebagian data yang diduga hasil peretasan bahkan telah dipublikasikan melalui Telegram, termasuk sekitar 300 email serta sejumlah foto pribadi.
Email tersebut disebut berasal dari periode 2010 hingga 2019, meskipun keasliannya secara menyeluruh masih dalam proses verifikasi.
Pejabat Amerika Serikat sendiri telah mengonfirmasi bahwa akun email tersebut memang diretas, dan sebagian materi yang beredar tampak autentik.
Siapa Handala Hack Team?
Nama “Handala” diambil dari karakter kartun politik yang muncul pada 1969 dan menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina.
Handala Hack Team dikenal sebagai kelompok peretas yang mengusung narasi pro-Palestina. Namun, banyak peneliti keamanan siber Barat menilai kelompok ini memiliki keterkaitan dengan operasi siber negara Iran.
Mereka diduga menjadi bagian dari strategi perang siber dan psikologis yang lebih luas, terutama dalam konteks konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan Balasan atas Penyitaan Domain
Aksi peretasan ini disebut sebagai respons atas langkah pemerintah AS yang sebelumnya menyita domain milik Handala.
Penyitaan tersebut terjadi setelah kelompok ini diduga melakukan serangan terhadap Stryker, yang berdampak pada gangguan operasional global.
Dalam serangan sebelumnya, Handala disebut tidak hanya mencuri data, tetapi juga menghapus informasi dari perangkat yang terhubung ke jaringan.
Baca juga: Iran Izinkan 10 Kapal Minyak Lewat Selat Hormuz, Trump Klaim Sebagai Hadiah untuk AS, Kesepakatan?
Buruan Pemerintah AS, Hadiah 10 Juta Dollar
Sumber: TribunTrends.com
| Hacker Pro-Iran Bikin AS Kelimpungan, Data Pribadi Bos FBI Berhasil Diretas, Disebar ke Telegram |
|
|---|
| 7 Negara di Asia Tercekik Krisis BBM, Lumpuh Imbas Perang Iran, Transportasi Terganggu, Indonesia? |
|
|---|
| Kemenlu RI Konfirmasi Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Pertamina, Tapi Operasional Masih Terganjal |
|
|---|
| Sosok Ebrahim Zolfaghari, Jenderal Militer Iran Ejek Trump, Sebut Amerika Sebenarnya Sudah Kalah |
|
|---|
| Daftar Alutsista Mahal Amerika Serikat yang Tak Berkutik Diserang Iran, Berguguran di Medan Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/ILUSTRASI-HACKER-Handala-Hack-Team-mengaku-berhasil-meretas-email-pribadi-bos-FBI.jpg)