Iran vs AS
Iran Rilis Daftar Negara yang Boleh Lintasi Selat Hormuz, Kemenlu RI Bongkar Progres Kapal Pertamina
Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintas di Selat Hormuz, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel
Editor: jonisetiawan
Seiring komunikasi intensif dengan negara-negara yang dianggap “sahabat”, sejumlah kapal telah memperoleh izin melintas. Negara-negara tersebut meliputi Malaysia, China, Mesir, Korea Selatan, dan India.
Menurut Lloyd's List, terdapat indikasi bahwa sedikitnya dua kapal yang melintasi Selat Hormuz melakukan pembayaran menggunakan yuan.
Bahkan, dalam salah satu kasus, perjalanan kapal difasilitasi oleh perusahaan jasa maritim China yang bertindak sebagai perantara sekaligus mengurus pembayaran kepada otoritas Iran, meskipun nilai transaksinya belum diungkap.
China sendiri mendapatkan prioritas karena hubungan eratnya dengan Iran serta ketergantungannya terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, jumlah kapal yang melintas masih belum cukup untuk meredam kenaikan harga energi secara signifikan.
India juga termasuk dalam daftar negara yang berhasil melintasi jalur tersebut setelah melakukan upaya diplomasi.
Sementara Pakistan sempat mengalami kendala satu kapal berhasil melintas, sementara kapal lain ditolak karena tidak memenuhi prosedur meskipun kini tetap diakui sebagai negara “sahabat”.
Rusia tetap mendapatkan akses berkat hubungan strategis yang kuat dengan Iran, sekaligus diuntungkan dari lonjakan harga minyak akibat konflik ini.
Thailand pun berhasil mengirim kapal tanker setelah melalui proses negosiasi, bahkan tanpa dikenakan biaya transit. Menariknya, pada awal konflik, kapal berbendera Thailand sempat mengalami serangan. Namun beberapa minggu kemudian, kapal yang sama berhasil melintasi Selat Hormuz setelah tercapai kesepakatan diplomatik.
Dengan demikian, berikut daftar negara yang kapalnya telah diizinkan melintasi Selat Hormuz oleh Iran:
- China
- Rusia
- India
- Pakistan
- Mesir
- Korea Selatan
- Malaysia
- Thailand
Posisi Indonesia: Harapan di Tengah Negosiasi
Bagaimana dengan Indonesia? Situasinya masih dalam tahap perkembangan, namun menunjukkan sinyal positif.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan bahwa berdasarkan informasi terbaru, otoritas Iran memberikan respons positif terkait kapal Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz.
"Informasi terakhir menunjukkan adanya tanggapan positif dari otoritas Iran, dan saat ini proses sudah masuk ke tahap teknis dan operasional agar kapal-kapal Indonesia dapat segera melintas dengan aman," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/3/2026) malam.
Baca juga: Kapal Pertamina Tak Boleh Lewat Selat Hormuz, Prabowo Minta Bahlil Berburu Minyak ke Seluruh Negara
Dave menambahkan bahwa pihaknya memandang situasi ini dengan penuh perhatian sekaligus optimisme. Ia menekankan pentingnya diplomasi intensif dan komunikasi konstruktif demi memastikan kelancaran pelayaran.
"Hal ini menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan bagi masyarakat," katanya.
Sumber: TribunTrends.com
| 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Gus Miftah Klaim Hasil Diplomasi Prabowo, Kaesang: Segera Lewat |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|
| Lebanon Diserang, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Tuding AS-Israel Diduga Langgar Gencatan Senjata |
|
|---|
| Trump Setujui Gencatan Senjata, Syaratnya Iran Harus Buka Selat Hormuz, Sesumbar Matikan Peradaban |
|
|---|
| Dugaan Iran Terbukti? Mantan CIA Ungkap Operasi Penyelamatan Pilot Cuma Kedok, AS Ingin Curi Uranium |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Dua-kapal-Pertamina-Indonesia-masih-tertahan-di-Selat-Hormuz.jpg)