Berita Viral
Mahfud MD Bela Ketua BEM UGM yang Dikritik Pigai: Mengkritik Program Pemerintah Bukan Pelanggar HAM
Mahfud MD menilai teror yang dialami Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM ancaman serius terhadap iklim demokrasi, kritik Natalius Pigai
Editor: jonisetiawan
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan adalah hak konstitusional warga negara, bukan kejahatan.
Sebaliknya, pembiaran korupsi dalam program pemerintah justru merupakan perampasan nyata atas hak ekonomi rakyat.
Kritik Pigai untuk Ketua BEM UGM
Sebelumnya dikabarkan, Pigai menyebut berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, pembangunan perumahan, kampung nelayan, hingga swasembada pangan sebagai kebijakan yang sejalan dengan prinsip HAM.
Baca juga: Bantah Teror Ketua BEM UGM, Natalius Pigai Sebut Penentang MBG Musuh Rakyat Miskin: Orang Jahat!
“Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM,” kata Pigai.
Ia kemudian menegaskan bahwa pihak yang ingin menghapus program-program tersebut berarti menentang hak asasi manusia.
“Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM. Orang yang menentang,” tambahnya.
Menurut Pigai, kritik untuk perbaikan layanan tetap diperbolehkan.
Namun, upaya untuk menghapus program yang menyangkut hak dasar masyarakat dinilai tidak dapat dibenarkan.
Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Bongkar Rahasia Utang Menkeu Purbaya: Krisis 1998 Sedang Ditunda!
Dikaitkan dengan Agenda PBB
Pigai juga menyebut program MBG selaras dengan dorongan komunitas internasional, termasuk harapan UNICEF terkait pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.
Ia menilai tidak tepat jika ada pihak yang meminta penghentian program yang disebutnya sejalan dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.
Pigai menambahkan bahwa pelaksanaan program oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan amanat rakyat sekaligus bagian dari komitmen internasional.
“Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil. Itu orang jahat.
Orang yang tidak punya nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin,” tandasnya.
***
(TribunTrends/Wartakota)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Format Baru Piala Dunia 2026 dengan 104 Pertandingan, Pesepak Bola Legendaris Bali Ingatkan Ini |
|
|---|
| Prabowo Ungkap Alasan Dirinya Sering Nyalon Presiden Meski Kerap Kalah, 'Lo Kira Enak? Iya Kan?' |
|
|---|
| Bos Danantara Sebut Pertamax Naik Tak Masalah Karena Kosumennya Menengah Atas, 'Masak Ditanggung' |
|
|---|
| Prabowo Prediksi Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-4 di Tahun 2045 'Saudara di Puncak Karir' |
|
|---|
| Purbaya Sebut Naiknya Harga Pertamax Tak Mempengaruhi Inflasi, Ungkap Bahlil Lahadalia Lebih Paham |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ketua-BEM-UGM-Tiyo-Ardianto-diteror-setelah-suarakan-kasus-siswa-SD-akhiri-hidup-di-NTT.jpg)