Berita Viral
Mahfud MD Bela Ketua BEM UGM yang Dikritik Pigai: Mengkritik Program Pemerintah Bukan Pelanggar HAM
Mahfud MD menilai teror yang dialami Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM ancaman serius terhadap iklim demokrasi, kritik Natalius Pigai
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Mahfud MD menilai teror yang dialami Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM, bukan sekadar respons atas kritik kebijakan, melainkan ancaman serius terhadap iklim demokrasi
- Mahfud membela sikap kritis Tiyo terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), menilai kritik tersebut berangkat dari keprihatinan atas realitas sosial
- Menteri HAM Natalius Pigai menyebut penentangan terhadap MBG sebagai sikap anti-HAM dan bertentangan dengan agenda internasional seperti yang didorong UNICEF
TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang teror yang menimpa Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, akhirnya memantik respons keras dari tokoh nasional.
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD angkat bicara, menyebut teror tersebut sebagai ancaman serius bagi iklim demokrasi Indonesia.
Teror yang dialami Tiyo muncul setelah kritik tajamnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ia plesetkan menjadi “Maling Berkedok Gizi”.
Bagi Mahfud, persoalan ini tak lagi sebatas kritik kebijakan, melainkan menyentuh persoalan kemanusiaan dan keselamatan warga negara.
Baca juga: Mahfud MD Tantang Polisi Cari Peneror Ibu Ketua BEM UGM: Jejak Digital Itu Mudah, Masa Tak Ketemu?
Bangga pada Keberanian Mahasiswa
Mahfud secara terbuka menyatakan rasa bangganya terhadap keberanian Tiyo. Ia menekankan bahwa teror yang terjadi bukan hanya menyasar sang mahasiswa, tetapi juga menjalar hingga ke ibunya sebuah tindakan yang dinilainya melampaui batas etika dan hukum.
Karena itu, Mahfud mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan praktik intimidasi tumbuh subur. Negara, tegasnya, tidak boleh memelihara iklim ketakutan, apalagi membiarkan teror dibiarkan tanpa pengusutan.
Dalam pernyataannya di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam, Mahfud menggambarkan Tiyo sebagai figur mahasiswa yang berani namun tetap beradab keras dalam sikap, tetapi rapi dalam argumentasi.
Kritik yang Lahir dari Nurani
Menurut Mahfud, kritik yang dilontarkan Tiyo bahkan hingga menyurati UNICEF bukanlah aksi tanpa dasar. Ia lahir dari kegelisahan atas jurang lebar antara besarnya anggaran pendidikan dan kenyataan pahit di lapangan.
Mahfud menyinggung tragedi-tragedi kemanusiaan yang memicu suara lantang Tiyo: anak yang mengakhiri hidup karena tak memiliki uang Rp10.000, atau bocah penjual tisu yang tewas tertabrak alat berat demi bertahan hidup.
“Tiyo ini bicara keras karena rasa kemanusiaannya timbul. Orangnya sopan, tidak sok, tapi rasionanya jalan. Jangan dimusuhi, harusnya ditemani.
Ajak bicara, lihat faktanya begini, sulitnya pemerintah begini. Bukan malah dimusuhi diam-diam, lempar batu sembunyi tangan,” tegas Mahfud.
Meluruskan Tafsir HAM ala Penguasa
Mahfud turut menanggapi pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang menyebut penentang program pemerintah seperti MBG sebagai pelanggar HAM.
Ia meluruskan bahwa hak asasi manusia tidak hanya menyangkut hak sipil dan politik, tetapi juga hak ekonomi, sosial, dan budaya.
“Betul, menghalangi program rakyat melanggar HAM. Tapi ingat, pemerintah yang mengelola negara secara tidak profesional, menimbulkan korupsi dan pemborosan, itu juga pelanggaran HAM berat di bidang Ekosob,” ujar Mahfud.
Sumber: TribunTrends.com
| Fakta-fakta Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Jalan Lintas Sumatera, Korban Selamat Buka Suara |
|
|---|
| Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS & Truk Tangki, Baru Berangkat Merantau ke Riau |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera, Bus Diduga Hindari Lubang, Mesin Disebut Sering Bermasalah |
|
|---|
| Baru Menikah, Pertanyaan Terakhir Supir Truk Tangki ke Istri Sebelum Kecelakaan, Tak Ada Firasat |
|
|---|
| Alasan Polda Sumut Tetap Pecat Kompol DK Meski Tes Urine Negatif: Bukan Hanya Soal Vape Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ketua-BEM-UGM-Tiyo-Ardianto-diteror-setelah-suarakan-kasus-siswa-SD-akhiri-hidup-di-NTT.jpg)