Berita Viral
Usai Viral Video Tyas 'Cukup Saya WNI', Dirut LPDP Ingatkan Jargon Ini: 'Lu Pakai Duit Pajak'
Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai-nilai kebangsaan dan jargon.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Kalimat cukup saya WNI, anak jangan yang sempat viral di media sosial tersebut memicu kegaduhan
- Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka
- Sebagai Dirut LPDP, menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai-nilai kebangsaan, dan ada jargonnya sekarang
TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang kritik publik terhadap pernyataan kontroversial salah satu alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, akhirnya ditanggapi secara resmi oleh pihak lembaga. Kalimat cukup saya WNI, anak jangan yang sempat viral di media sosial tersebut memicu kegaduhan karena dianggap mencederai rasa nasionalisme dan tidak menghargai amanah rakyat.
Menyikapi hal ini, Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa sikap semacam itu sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap awardee (penerima beasiswa).
"Kami atas nama LPDP dan alumni mengucapkan permohonan maaf atas yang seharusnya (video viral) tidak perlu dan kita sangat menyesalkan," ungkap Sudarto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Rabu (25/2/2026).
Etika Moral di Balik Dana Publik
Sudarto mengingatkan para alumni bahwa kemewahan pendidikan yang mereka rasakan bukanlah fasilitas cuma-cuma, melainkan investasi dari dana publik. Ia menekankan pentingnya menjaga etika dan nilai kebangsaan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.
Ia pun tak segan mengingatkan jargon yang kini ramai di tengah masyarakat sebagai bentuk pengawasan sosial.
"Saya perlu menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai-nilai kebangsaan. Ada jargon sekarang, ‘Jangan lupa ya lu pakai duit pajak. Ingat itu. Lu pakai duit pajak’," tegasnya.
Meski demikian, Sudarto meyakini bahwa kasus ini hanyalah segelintir anomali. Ia mengklaim mayoritas alumni LPDP tetap memiliki dedikasi tinggi dan tengah berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di berbagai sektor.
Baca juga: Lu Pakai Duit Pajak Rakyat!, Amuk Dirut LPDP Hadapi Alumni yang Lupa Daratan, Minta Jaga Etika
36 Alumni Bandel Dalam Pantauan
Selain menyoroti kasus viral tersebut, LPDP juga mengungkap data yang cukup mengejutkan. Tercatat ada 36 penerima beasiswa yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan karena diduga belum memenuhi kewajiban pengabdian di tanah air setelah lulus.
Untuk melacak para alumni ini, LPDP bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna memantau data perlintasan, serta menampung laporan masyarakat dan memantau aktivitas media sosial mereka.
"Saat ini kami dalam proses pemeriksaan masih 36 orang, termasuk yang viral," jelas Sudarto.
Baca juga: Hotman Paris Tak Terima Uang Pajaknya Dipakai Tyas LPDP yang Malu Jadi WNI: Minta Maaf ke Publik!
Sanksi Tegas: Balikin Duit atau Blacklist!
Bagi mereka yang terbukti melanggar komitmen kontrak, LPDP tidak akan tinggal diam. Sudarto memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara objektif dan proporsional sesuai fakta lapangan. Namun, jika terbukti melanggar, sanksi berat sudah menanti:
- Pengembalian Dana: Mengembalikan seluruh biaya pendidikan yang telah dikeluarkan negara.
- Pemblokiran (Blacklist): Penutupan akses terhadap seluruh program LPDP di masa depan.
"Jadi setiap kasus diproses secara objektif dan proporsional dengan mempertimbangkan fakta dan konteks," tambahnya.
Hingga 20 Januari 2026, saldo dana abadi pendidikan Indonesia telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp 180 triliun. Angka ini menjadi pengingat bahwa setiap rupiah yang digunakan harus kembali dalam bentuk kontribusi bagi kemajuan bangsa, bukan sekadar gaya hidup atau kebanggaan pribadi di luar negeri.
(TribunTrends.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Isi Chat Grup WA 'Basecamp Puri Asih' Mahasiswa FH UI, Kasus Mencuat Usai Akun Anonim di Platform X |
|
|---|
| Awal Mula Grup WA 'Basecamp Puri Asih' Mahasiswa FH UI, Berawal dari Kos Lalu Chat Melecehkan Wanita |
|
|---|
| Reaksi Komisi III DPR RI Atas Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI, Minta Sanksi dengan Efek Jera |
|
|---|
| Update Terbaru Kasus Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Pidana |
|
|---|
| Detik-detik 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Disoraki di Forum, Awalnya Dilarang Ortu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/dirut-lpdp-33.jpg)