Profil Egon Erawan, Pilot Pesawat Smart Cakrawala Aviation Gugur, Ditembak di Bandara Koroway Batu
Ini sosok Egon Erawan, pilot pesawat Smart Cakrawala Aviation gugur setelah ditembak orang tak dikenal sesampainya di Bandara Koroway Batu, Papua
Editor: Nafis Abdulhakim
Ringkasan Berita:
- Ini sosok Egon Erawan, pilot pesawat Smart Cakrawala Aviation.
- Ia gugur setelah ditembak oleh orang tak dikenal.
- Peristiwa penembakan terjadi sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, Papua.
TRIBUNTRENDS.COM - Sosok Kapten Egon Erawan, pilot pesawat Smart Cakrawala Aviation, menjadi perhatian publik setelah gugur dalam insiden penembakan oleh orang tak dikenal di Papua.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sesaat setelah pesawat yang ia kemudikan mendarat di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, wilayah Koroway.
Kabar duka ini mengguncang dunia penerbangan nasional dan menimbulkan keprihatinan luas, khususnya terkait keselamatan penerbangan perintis yang beroperasi di daerah terpencil dan rawan gangguan keamanan.
Kapten Egon saat itu menerbangkan pesawat Smart Cakrawala Aviation dari Tanah Merah menuju Koroway dengan membawa 13 penumpang, termasuk seorang bayi.
Baca juga: Innalillahi Pilot Smart Cakrawala Aviation Gugur, Kapten Egon Erawan Ditembak Saat Tiba di Koroway
Pesawat lepas landas sekitar pukul 10.35 WIT dan tiba di Bandara Koroway Batu (Danowage) sekitar pukul 11.05 WIT.
Namun, suasana berubah mencekam sesaat setelah pesawat mendarat.
Dari arah hutan di sekitar bandara, tembakan tiba-tiba dilepaskan ke arah pesawat.
Serangan mendadak tersebut membuat situasi di lokasi menjadi kacau dan memaksa awak serta penumpang berupaya menyelamatkan diri dari ancaman tembakan.
Di tengah kondisi darurat itu, Kapten Egon masih sempat mengirimkan pesan melalui perangkat GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan. Dalam pesan darurat tersebut, ia melaporkan bahwa pesawat yang dipilotinya mendapat serangan penembakan.
Sayangnya, dalam upaya menyelamatkan diri dari lokasi kejadian, Kapten Egon dan kopilotnya, Kapten Baskoro, kemudian ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak. Sementara itu, seluruh penumpang dilaporkan selamat. Mereka, termasuk seorang bayi, berhasil melarikan diri dan bersembunyi di area hutan sekitar bandara hingga situasi dinyatakan lebih aman.
Insiden ini kembali menegaskan besarnya risiko yang dihadapi penerbangan perintis di wilayah-wilayah terpencil Papua.
Selain meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya peningkatan pengamanan dan perlindungan bagi awak serta penumpang penerbangan di daerah rawan konflik.
Profil Egon Erawan
Kapten Egon merupakan lulusan dari Civil Flying School, di Melbourne Australia.
Dari postingan terakhir, Kapten Egon sempat membagikan beberapa potret pernebangan di sejumlah wilayah di Papua.
Selain itu, Kapten Egon juga diduga menyukai kendaraan bernuasan klasik terlihat dari sejumlah postingan memperlihatkan mobil tua dan motor tua,.
Sumber: Tribunnews.com
| Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, 2 Kasus Supek di Jakarta & Yogya, Menkes Antisipasi, Imbauan WHO |
|
|---|
| Ashari Ditangkap di Wonogiri Usai Buron, Polisi Bongkar Rute Pelarian Sang Kiai Cabul |
|
|---|
| Kasus Pemukulan Bro Ron Berakhir Damai, Kedua Pihak Sepakat Cabut Laporan Polisi |
|
|---|
| Selat Hormuz Memanas, 20 Ribu Awak Kapal dan 1.500 Kapal Dilaporkan Terjebak |
|
|---|
| Kronologi Badut di Mojokerto Diduga Habisi Mertua, Berawal dari Paket COD Berujung Tragedi Berdarah |
|
|---|