Presiden Prabowo pun menutup pernyataannya dengan nada duka yang dalam:
“Saya sangat prihatin dan sedih terjadinya peristiwa ini.”
Kini, tujuh anggota Brimob telah diperiksa satu kendaraan, tujuh nama, satu tragedi.
Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim memastikan, penyelidikan tengah berjalan dan tanggung jawab akan ditegakkan.
“Masih kami dalami siapa yang nyetir, yang jelas, tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan,” ujarnya, Kamis malam.
Namun permintaan maaf itu belum cukup meredakan kemarahan.
Masyarakat menanti: bukan hanya penyelidikan atas kejadian tragis di lapangan, tapi juga tindakan tegas terhadap arogansi yang tampil terang-terangan di media sosial.
Tragedi Affan bukan hanya soal satu nyawa yang hilang. Ia kini menjadi simbol bahwa ketika rakyat kecil jatuh, apakah aparat masih bisa memanusiakan rasa?
***
(TribunTrends/Sebagian artikel tayang di Wartakota)