TRIBUNTRENDS.COM - Bayangan masa depan yang nyaris distopia kini mencuat dari peringatan seorang ahli terkemuka: populasi manusia bisa menyusut drastis, meninggalkan hanya sekitar 100 juta jiwa di Bumi pada tahun 2300.
Di balik proyeksi ini bukanlah perang nuklir atau pandemi global, melainkan kecerdasan buatan (AI) yang perlahan menggerus esensi hidup manusia: pekerjaan, tempat tinggal, dan harapan.
Profesor ilmu komputer berdarah Amerika-India, Subhash Kak, menyampaikan kepada The Sun bahwa ketika AI mengambil alih hampir semua lini pekerjaan, biaya hidup melonjak dan masa depan menjadi tak pasti, keinginan untuk memiliki anak pun akan menguap.
Kondisi ini, menurutnya, dapat menyulut eksodus besar-besaran dari kota-kota besar dunia yang dahulu menjadi simbol kemajuan peradaban.
Baca juga: Pilihan Aplikasi Gen AI yang Paling Tepat Untuk Memproduksi Video? Modul 3.2 Etika AI PINTAR Kemenag
Kini, mereka berpotensi berubah menjadi monumen sunyi, bangunan-bangunan tinggi yang tak lagi berpenghuni, membisu dalam kehampaan sejarah.
“Keadaannya akan sangat buruk,” ujar Subhash Kak.
Ia memprediksi bahwa jumlah manusia di bumi akan menyusut hingga setara dengan populasi Inggris saat ini, sekitar 70 juta jiwa. Bukan sekadar penurunan, tapi penguapan besar-besaran terhadap eksistensi umat manusia.
Sebagai penulis buku Age of Artificial Intelligence dan pengajar di Oklahoma State University, Kak memperingatkan:
“Komputer atau robot tidak akan pernah memiliki kesadaran.
Tapi mereka akan mampu melakukan hampir semua hal yang kita lakukan, karena sebagian besar aktivitas manusia bisa digantikan oleh mereka.”
Bukan hanya pekerjaan kasar yang digantikan. AI akan merebut ruang-ruang yang dulu eksklusif bagi manusia, termasuk wilayah yang selama ini dianggap kompleks dan sensitif seperti pengambilan keputusan dalam birokrasi.
“Hampir semuanya, bahkan pengambilan keputusan di kantor, akan diambil alih oleh AI.”
“Ini akan menjadi bencana bagi masyarakat global.”
Dengan nada nyaris apokaliptik, Kak mengungkap bahwa para demografer memperkirakan skenario terburuk dapat terjadi: populasi dunia terjun bebas dari 8 miliar jiwa menjadi hanya 100 juta orang pada tahun 2300 atau paling lambat 2380.
“Dari 8 miliar menjadi hanya 100 juta.”