Berita Viral

Devara Putri Ternyata Bayar Pembunuh Rp 50 Juta dari Uang Hasil Jual Barang Mewah Indriana Dewi

Editor: Galuh Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Devara Putri bayar pembunuh dari uang hasil penjualan barang mewah Indriana Dewi

Mengintip ke dalam, barang-barang seperti kasur, karpet, dua televisi, lemari pakaian, dan mesin cuci juga masih tertata rapi.

Beberapa kardus sepatu juga masih tersusun di atas lemari pakaian.

Tidak ada LV atau Rolex lain di kontrakan gang senggol itu.

Ketua RT 06 RW 14, Eko Sudiyanto, mengatakan, kepergian Indriana membawanya dukacita mendalam bagi keluarga.

Semasa hidup, dia selalu berupaya membahagiakan orang tuanya.

Terungkap Caleg DPR RI yang bernama Devara Putri Prananda (DP) otak di balik pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputri (24). Diketahui, jasad Indriana Dewi Eka Saputri (24) ditemukan warga di belakang Tugu Gajah, Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/2/2024). Otak pelaku pembunuhan seorang perempuan caleg DPR RI dari Dapil Jabar 9, Devara Putri Prananda (DP). (Kolase Tribun Medan)

"Almarhumah sosok yang baik. Pekerja keras, dia sayang sama orang tuanya. Dia pergi kerja selalu untuk menafkahi keluarganya," kata Eko di Jakarta Timur, Minggu (3/3/2024).

Bahkan Indriana menyisihkan uang gajinya sebagai marketing demi bisa membelikan sebuah rumah untuk kedua orang tuanya agar tidak terus tinggal pada unit kontrakan yang kini dihuni.

Indriana dikenal bekerja di bidang marketing.

Dia selalu menyisihkan uang gajinya untuk tabungan membeli hunian lebih baik.

"Pimpinan kantor yang datang ke sini (rumah duka) cerita, dia punya tabungan untuk beliin rumah buat ibunya. Saya pikir ya Allah sampai segitunya seorang anak berbakti untuk orangtua," ujar Eko.

Merujuk keterangan pimpinan perusahaan, Eko menuturkan uang tabungan Indriana yang hendak digunakan untuk membelikan rumah bagi orang tuanya sudah terkumpul sekitar Rp40 juta.

Nahas sebelum mewujudkan impian membahagiakan orangtuanya Indriana dibunuh.

Saat TribunJakarta ke sana, rumah kontrakan dalam kondisi kosong.

Keluarga sudah berangat ke Jawa Tengah sejak Senin (26/2/2024) malam untuk memakamkan korban pada Selasa (27/2/2024). (Tribun Jateng)

Diolah dari artikel di Tribun Jateng