Pak Totok kemudian digotong relawan Girya Lansia langsung ke mobil setelah urusan administrasi selesai.
Terlihat Pak Toto mengenakan kaos biru dan celana panjang.
"Ayah mereka dalam kondisi stroke tidak berdaya," tulis Arief.
"Griya Lansia menggolongkan Pak Totok sebagai lansia terbuang," sambungnya.
Sampai di Griya Lansia, Pak Totok langsung dibawa ke kamar perawatan dan disambut baik perawat.
"Para perawat akan melayani seperti orangtua sendiri," tulis Arief.
Arief sempat menjelaskan alasan Pak Totok diserahkan anak kandungnya ke panti jompo.
Dua anak Pak Totok mengaku sakit hati karena sejak kecil tak dapat perhatian seorang ayah.
Sebelum diserakan ke panti jompo, Pak Totok ternyata sudah ditelantarkan anak-anaknya.
Ia menumpang di rumah kerabatnya di Rusunawa Bandarejo Sememi Surabaya.
"Ia sesungguhnya terlantar karena anaknya tidak peduli,"
Kisah Pak Totok pun viral di media sosial dan menyita perhatian warganet.
Banyak warganet yang pro kontra dengan keputusan dua anak kandung tersebut. (Surya)
Diolah dari artikel di Surya