"Anaknya udah terlalu liar dengan lingkungan anak jalanan. Jadi ibunya sampai pernah bilang usir dia. Kejadian diantar pulang ke rumahnya pun udah 2 kali terjadi," kata Rifki.
Diungkap orangtua Hamzah, bocah berusia 5 tahun itu sudah mengenal dunia bebas.
Bahkan Hamzah disinyalir sudah ikut-ikutan merokok hingga minum minuman keras.
"Pergaulan pengamen jalanan jadi dia ikut-ikutan ngerokok bahkan miras. Jadi dia suka ikut teman-temannya diajak ke stasiun Depok Baru," imbuh Rifki.
Saat ditemukan Rifki dan Nay, Hamzah ternyata sudah lima hari kabur dari rumah dan tidur di pos Stasiun Depok Baru.
Terkait identitas orangtua Hamzah, Rifki memberikan gambaran.
Bahwa ibunda Hamzah adalah seorang pengamen, sementara ayahnya adalah sopir truk losbak.
Saat didatangi ke rumahnya, ibunda Hamzah sedang mengamen sehingga tak ada di rumah.
Rifki dan Nay hanya sempat bertemu ayah Hamzah.
"Kata tetangga terdekat emang udah hal biasa Hamzah suka keluar rumah, kabur. Karena pernah diomelin ibunya terus dia kabur," ujar Rifki.
Dari pertemuan itu, Rifki dan Nay jadi tahu satu fakta lain soal keluarga Hamzah.
Bahwa kakak Hamzah yang berusia 8 tahun juga sudah kabur dari rumah sejak lama.
(TribunBogor)
Diolah dari artikel di TribunnewsBogor.com