Artinya tidak ada perbedaan yang luar biasa, padahal kita belum menggunakan sumber daya yang banyak," katanya.
Baca juga: MAAF Anies Baswedan, Mahfud MD Tolak Tawaran Jadi Cawapres : Jangan Saya, Nanti Koalisi Pecah
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan strategi terkini terkait pencalonan dirinya sebagai capres di Pilpres 2024.
Ia mengatakan pihaknya masih membangun basis massa terlebih dahulu untuk dimaksimalkan saat masa kampanye telah dimulai.
Kemudian, strategi selanjutnya yaitu memastikan gagasan keadilan diwujudkan dalam semua aspek, lalu jaringan relawan dibangun secara luas, dan mengkoordinasikan antar koalisi partai agar gagasannya dapat diterima sampai akar rumput.
"Jadi itu semua dilakukan, infrastruktur itu dikerjakan, baru nanti kemudian kerja besarnya," ujarnya.
Di sisi lain, Anies menganggap hasil survei hanyalah pembentukan opini saat ini saja.
Namun, sambungnya, hasil yang sesungguhnya adalah saat masyarakat melakukan pencoblosan di 14 Februari 2024 mendatang.
Kemudian, Anies juga mengatakan salah satu penentuan menang atau tidaknya dirinya dalam Pilpres 2024 adalah saat masa kampanye mendatang untuk menarik simpati masyarakat.
"Kampanye yang sesungguhnya yang dilakukan mulai Oktober-Februari, itu yang akan berdampak. Kami tidak terlalu menghabiskan waktu untuk membentuk opini di dalam posisi nomor berapa dalam survei."
"Kenyataannya ketika sudah jalan, itu (hasil survei) tidak diingat-ingat lagi. Survei bulan Maret kemarin, Mei kemarin. Sudah tidak ingat, kita fokusnya ke depan, di situ saja," tegasnya.
Baca juga: Prabowo vs Ganjar vs Anies Siapa Capres Pilihan Generasi Muda? Survei Buktikan Sosok Ini Pemenangnya
Seperti diketahui, dalam berbagai lembaga survei terakhir, Anies selalu berada di peringkat ketiga dibanding pesaing terdekatnya yaitu Prabowo dan Ganjar.
Hal tersebut dibuktikan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan Anies berada di peringkat ketiga.
Dalam simulasi 34 nama semi terbuka, Prabowo menempati peringkat teratas dengan elektabilitas sebesar 31,6 persen dan diikuti Ganjar di posisi kedua dengan raihan 31,4 persen suara.
Sementara Anies terpaut jauh dengan raihan 17,6 persen suara.
Lalu di simulasi 19 nama semi terbuka, Prabowo dan Ganjar lagi-lagi bersaing ketat.
Baca juga: Akhir-akhir Ini Mesra, Ternyata Sosok Terkuat Jadi Cawapres Prabowo Bukan Erick Thohir, Lalu Siapa?
Menteri Pertahanan tersebut pun meraih 33,4 persen suara dan diikuti Ganjar dengan 31,5 persen.
Lagi-lagi Anies kalah jauh ketimbang Prabowo dan Ganjar dengan raihan 17,4 persen suara.
Anies pun kembali kalah ketika simulasi dikerucutkan menjadi tiga nama.
Prabowo lagi-lagi berada di puncak dengan raihan 36,8 persen suara dan kembali diikuti dengan Ganjar yang meraih 21,5 persen suara.
Sementara Anies berada di posisi ketiga dengan suara 21,5 persen.
Sebagai informasi, survei ini digelar pada 20-24 Juni 2023 secara tatap muka.
Survei dilakukan terhadap 1.220 responden dari seluruh provinsi dengan usia minimal 17 tahun atau sudah bisa mengikuti pemilu.
Sementara responden dipilih dengan metode simple random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Sripoku)
Diolah dari artikel di Sripoku