TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah hiruk pikuk demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, muncul suara tak terduga dari barisan pengamanan.
Suara itu bukan datang dari megafon mahasiswa atau teriakan orator. Tapi dari seorang anggota polisi sendiri, Dimas Kurniawan.
Dimas tidak berbicara dari panggung. Ia mencurahkan isi hatinya lewat unggahan di media sosial, yang kini viral dan ramai diperbincangkan.
Dalam status Facebooknya, Dimas tampak berdiri di jalan yang kosong, jauh dari pusat kerumunan massa. Tapi hatinya, jelas, ada di sisi lain barikade.
Baca juga: Detik-Detik Terakhir Abay: Staf DPRD Makassar yang Gugur di Lautan Api, Pamit Lewat Pesan WhatsApp
"Hampir Mati" Demi Mereka yang Duduk Nyaman di Gedung Rakyat
Dalam tulisannya yang penuh amarah dan kejujuran, Dimas meluapkan kekesalannya terhadap pihak yang seharusnya ia lindungi.
"Hampir mati cuma demi manusia pemalas rakus dan artis gak laku yg gaji nya 3 juta sehari a**ng lah mending mancing gw mah," tulisnya lantang.
Bukan cuma sekadar keluhan. Dimas mengungkap keinginannya yang lebih dari sekadar menghindar.
Ia ingin berpindah barisan. Dari penjaga pagar, menjadi bagian dari gelombang rakyat yang meneriakkan perubahan.
"Join lah kalo bisa bareng runtuhin DPR."
Dari Pengawal ke Pemberontak: Polisi yang Memihak Rakyat
Komentar itu sontak memancing banyak pujian dari warganet. Bagi sebagian orang, Dimas adalah simbol dari "polisi yang masih waras", yang mampu melihat kegelisahan rakyat dan tidak membutakan hati karena seragam.
Namun tentu saja, ada yang mengingatkan agar Dimas berhati-hati. Salah satu akun menulis:
"Gw tau lu nyari duit bg, tp kalo massa udah ngamuk jangan ditahan kabur aja wkwk dri pada nyawa lu ikutan."
Alih-alih kabur, Dimas justru menegaskan niatnya. Ia ingin bergabung. Ingin meruntuhkan.