Demo Buruh

'Hampir Mati Demi DPR Rakus' Polisi Curhat Lelah Jadi Tameng, Ingin Berdiri di Barisan Rakyat

Editor: jonisetiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO DI JAKARTA - Foto ilustrasi polisi sedang menahan gempuran dari pendemo. Viral curhatan polisi dukung mahasiswa dan inging gabung dengan pendemo untuk meruntuhkan DPR. Foto diolah pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah hiruk pikuk demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, muncul suara tak terduga dari barisan pengamanan.

Suara itu bukan datang dari megafon mahasiswa atau teriakan orator. Tapi dari seorang anggota polisi sendiri, Dimas Kurniawan.

Dimas tidak berbicara dari panggung. Ia mencurahkan isi hatinya lewat unggahan di media sosial, yang kini viral dan ramai diperbincangkan.

Dalam status Facebooknya, Dimas tampak berdiri di jalan yang kosong, jauh dari pusat kerumunan massa. Tapi hatinya, jelas, ada di sisi lain barikade.

Baca juga: Detik-Detik Terakhir Abay: Staf DPRD Makassar yang Gugur di Lautan Api, Pamit Lewat Pesan WhatsApp

"Hampir Mati" Demi Mereka yang Duduk Nyaman di Gedung Rakyat

Dalam tulisannya yang penuh amarah dan kejujuran, Dimas meluapkan kekesalannya terhadap pihak yang seharusnya ia lindungi.

"Hampir mati cuma demi manusia pemalas rakus dan artis gak laku yg gaji nya 3 juta sehari a**ng lah mending mancing gw mah," tulisnya lantang.

Bukan cuma sekadar keluhan. Dimas mengungkap keinginannya yang lebih dari sekadar menghindar.

Ia ingin berpindah barisan. Dari penjaga pagar, menjadi bagian dari gelombang rakyat yang meneriakkan perubahan.

"Join lah kalo bisa bareng runtuhin DPR."

DEMONSTRAN JEBOL GERBANG DPR -- Gelombang massa aksi yang sejak siang memenuhi kawasan Senayan akhirnya berhasil menembus ke dalam halaman Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (29/8/2025). (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

Dari Pengawal ke Pemberontak: Polisi yang Memihak Rakyat

Komentar itu sontak memancing banyak pujian dari warganet. Bagi sebagian orang, Dimas adalah simbol dari "polisi yang masih waras", yang mampu melihat kegelisahan rakyat dan tidak membutakan hati karena seragam.

Namun tentu saja, ada yang mengingatkan agar Dimas berhati-hati. Salah satu akun menulis:

"Gw tau lu nyari duit bg, tp kalo massa udah ngamuk jangan ditahan kabur aja wkwk dri pada nyawa lu ikutan."

Alih-alih kabur, Dimas justru menegaskan niatnya. Ia ingin bergabung. Ingin meruntuhkan.

Halaman
1234