Menyangkut nama daerah tentu sensitif," ujar dia.
Baca juga: Tak Hanya Sindir Fasilitas, Mahasiswi KKN UNP Juga Dianggap Tak Bawa Perubahan, Pantas Warga Kesal
Selain itu, Erianjoni menilai sejumlah mahasiswi itu juga belum siap untuk bisa memahami masyarakat dan daerah setempat.
"Jadi, ya mereka (warga) tak terima, mereka (mahasiswa KKN) posting di media sosial kekecewaannya karena harapan yang diharapkan tak terjadi.
Fasilitas yang mereka harapkan tidak dapat, sementara mereka harus bayar.
Barangkali anak KKN ini juga cemburu di daerah lain ada yang tidak bayar," tutur dia.
Lanjutnya, pasca video itu viral, dan diduga warga tak terima, mahasiswa KKN itu sudah kembali ke kos-kosan dan rumah masing-masing.
Sebelumnya, viral di media sosial video sejumlah mahasiswi yang mengekspresikan diri tentang kesannya saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kalian libur semester? Mana maen. KKN-lah. KKN kalian di mana?
Tanah Datar, Lima Puluh Kota? Bungus lah, air gak ada, mandi di Musala.
Diusir? Ngontrak bayar pula,” ucap sejumlah mahasiswi dalam video tersebut.
Adapun video lainnya juga tersebar di lini masa medsos menunjukkan seorang pria tengah berbicara kepada mahasiswa dan mahasiswi KKN itu.
"Adik-adik dianggap tidak ada membawa perubahan, sampai nanti ada penyelesaiannya oleh dosen pembimbingnya kepada kami, kepada Bapak Camat dan Lurah."
"Jadi itu keputusannya, karena untuk mengingat keamanan adik-adik juga di lingkungan.
Karena pasti ada warga yang membaca itu, karena ini bukan masalah adik-adik dengan pemerintah," kata pria dalam video itu.
Baca juga: Mandi di Musala Sindir Fasilitas KKN, Mahasiswi UNP Berujung Diusir Warga, Kemas Barang Malam Hari
Warga Desa di Maluku Sedih Pisah dengan Mahasiwa KKN UGM