“Anak sapi itu sangat lemah."
"Dia harus berbaring dan tidak bisa bangun."
"Karena tidak bisa berdiri, anak sapi harus diberi makan dari botol,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan keluarganya sudah meminta pendapat dari dokter hewan.
Akan tetai mereka juga tampak tidak mengetahui penyebab anak sapi tersebut lahir dengan dua kepala.
“Kami berbicara dengan beberapa dokter hewan, tetapi tidak ada yang memiliki jawaban apakah dia akan bertahan atau tidak."
"Untuk saat ini, hanya menunggu dan melihat apa yang terjadi," ungkap Busatto.
Anak sapi yang memiliki dua kepala tersebut adalah anak ketiga.
Namun dua lainnya lahir dengan tubuh yang normal.
Keluarga di peternakan itu mengetahui, induk sapi akan melahirkan.
Namun saat Busatto pergi ke gudang pada 13 Desember 2021, ia terkejut menemukan anak sapi itu memiliki dua kepala.
Perubahan genom menjadi salah satu alasan kelainan genetik tersebut.
Kasus tersebut sering kali terjadi disebabkan oleh lingkungan eksternal dan internal hewan.
Mutasi bisa terjadi dari pengaruh mutagenik tertentu, kondisi buatan, dan terkadang perkawinan silang.
(TribunTrends.com/Nafis)