Wakil Direktur Departemen Pengembangan Sumber Daya Hewan, Dr Pritam Sarkar mengatakan, dirinya belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya.
"Saya belum pernah melihat kasus seperti ini diTripura dalam 15-20 tahun terakhir."
"Tingkat keberlangsungan hidup dalam aksus seperti ini hanya sekira 38 persen," ungkapnya.
Sarkar juga mengatakan, sulit untuk menyelamatkan anak sapi tersebut.
Terlebih saat hewan itu hanya memiliki satu tenggorokan dan dua telinga meski memiliki dua kepala, dua mulut, dan empat mata.
Kasus serupa ternyata pernah terjadi di Kabupaten Dejiang, Provinsi Guizhou di China tenggara.
Sapi di negara tersebut lahir dengan dua kepala, dua telinga, dua mulut, dan empat mata.
Kasus serupa
Sebelumnya diberitakan, viral kelahiran anak sapi berkepala dua yang menggemparkan warga Brasil.
Para petani bingung setelah salah satu sapinya melahirkan anak sapi dengan dua kepala.
Dilansir dari Daily Star, sapi tersebut lahir di sebuah peternakan di Nova Venecia, Brasil.
Sapi tersebut lahir di negara bagian Espirito Santo itu pada malam 13 Desember 2021.
Sayangnya, anak sapi tersebut tidak bisa berdiri ataupun makan secara alami.
Putra pemilik anak sapi, Delci Busatto mengatakan kepada media lokal, anak sapi itu tinggal di peternakan keluarga.
Anak sapi berwarna cokelat putih tersebut mengalami kesulitan diberi makan oleh induknya dan perlu diberi susu botol.