Berita Viral
Nasib Pejabat yang Diduga Memeras Guru Supriyani, Terancam Dicopot, Intip Daftar Kenakalannya: Karma
Beginilah nasib satu per satu pejabat yang diduga memeras Guru Supriyani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNTRENDS.COM - Beginilah nasib satu per satu pejabat yang diduga memeras Guru Supriyani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Sejumlah pejabat yang diduga melakukan pemerasan terhadap Guru Supriyani mulai dicopot dari tugasnya.
Seperti halnya nasib Iptu Muhammad Idris yang kini dicopot dari jabatannya dari Kapolsek Baito, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tak hanya Iptu Muhammad Idris saja yang dicopot, Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda Amiruddin, juga ditarik ke Polres Konsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Nasib mereka pun kini terancam dicopot lantaran diduga terseret kasus Guru Supriyani.
Sementarea Iptu Muh Idris terindikasi meminta uang sebesar Rp2 juta ke guru honorer Supriyani yang kasusnya masih bergulir hingga sekarang.
Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, membenarkan kabar di atas.
Ia mengatakan, Iptu Muh Idris tidak sendirian dicopot.
Baca juga: Pesan Haru Murid untuk Guru Supriyani di Tengah Perseteruan dengan Aipda WH: Kita Dukung Terus Bu!
Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda Amiruddin, juga ditarik Polres Konsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Iya sudah diganti dan ditarik ke Polres," kata AKBP Febry, Senin (11/11/2024), dikutip dari TribunnewsSultra.com.
AKBP Febry melanjutkan, pihaknya sudah menunjuk dua anak buah lainnya untuk mengisi jabatan yang kosong.
Posisi Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Baito akan diemban oleh Ipda Komang Budayana PS. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kasikum Polres Konsel.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Baito akan diisi Aiptu Indriyanto.
Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh, sebelumnya mengatakan ada tujuh personel yang diperiksa.
Rinciannya, empat dari Polres Konsel dan tiga dari Polsek Baito. "Tujuh personel ini sudah dimintai keterangan oleh tim internal," katanya.
Sumber: Tribun Medan
| Anak Abah atau Termul? Tompi Bela Diri Setelah Dihujat Gegara Kritik Pandji yang Sindir Gibran |
|
|---|
| Pemilik Kos Kedapatan Berbohong Buntut Tewasnya Evia Mahasiswi UNIMA, Kejanggalan di TKP Terbongkar |
|
|---|
| CCTV Ada, Tapi Memorinya Hilang! Kejanggalan Baru Kematian Mahasiswi UNIMA: Siapa yang Menghapus? |
|
|---|
| Hal Tak Masuk Akal di Pembunuhan Anak Maman Suherman, Kriminolog Ungkap Keanehan: Sulit Memahaminya |
|
|---|
| Usut Kematian Evia Maria Mangolo, Keterangan Pemilik Kos Janggal, Beda dengan yang Diungkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nasib-satu-per-satu-pejabat.jpg)